Tragedi Kanjuruhan

Empat Bulan Tangani PSM Makassar, Bernardo Ngaku Tak Sangka Peristiwa Kanjuruhan Terjadi

Bernardo Tavares tidak menyangka peristiwa di Stadion Kanjuruhan merenggut ratusan jiwa dan korban luka-luka.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Muh. Irham
Tribun Makassar/Kaswadi Anwar
Penerjemah PSM, Roy Wanson dan Pelatih PSM, Bernardo Tavares 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares baru empat bulan menikmati sepak bola Indonesia. Namun, Tavares harus merasakan peristiwa kelam sepak bola Indonesia.

Sebanyak 125 orang meninggal dunia pasca derby Jawa Timur,  Arema FC lawan Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3. di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022).

Pertandingan kedua tim berjalan lancar, tetapi pasca peluit panjang dibunyikan, oknum suporter Arema FC masuk ke lapangan. Tak lama berselang terjadi kericuhan suporter dan pihak keamanan.

Aparat keamanan coba menghalau suporter dengan menembakkan gas air mata yang secara tegas dilarang penggunaannya oleh FIFA.

Tembakan gas air mata yang mengarah ke tribun, disinyalir menjadi penyebab para suporter mengalami sesak napas, pingsan, hingga memakan korban jiwa.

Bernardo Tavares tidak menyangka peristiwa di Stadion Kanjuruhan merenggut ratusan jiwa dan korban luka-luka.

"Saya tidak menyangka ini sampai terjadi. Ini membawa duka mendalam kepada kita," ucapnya saat ditemui di Stadion Kalegowa, Kabupaten Gowa, Rabu (5/10/2022).

Juru taktik asal Portugal ini menyerahkan penuh kepada otoritas yang ada untuk memproses peristiwa di Stadion Kanjuruhan.

Harapannya, ada perbaikan sehingga peristiwa serupa tidak terjadi di masa mendatang.

"Kita percayakan bahwa mereka akan bekerja dengan baik untuk memperbaiki hal-hal ini, melakukan semuanya agar tidak terjadi lagi di masa depan," harapnya.

Terkait masukan ke PSSI sebagai induk sepak bola Indonesia, Tavares tak ingin memberikan opini.

Apa lagi, saat ini masih masa berkabung. Baru empat hari pasca peristiwa di Stadion Kanjuruhan.

Dia hanya sampaikan, PSSI bekerja maksimal dan membuat keputusan terbaik untuk sepak bola Indonesia.

"Saya berharap mereka  (PSSI) bekerja semaksimal mungkin dan membuat keputusan yang terbaik untuk sepak bola Indonesia yang lebih baik. Agar semua hal-hal ini tidak terulang ke depannya," pintanya.(*)

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved