Headline Tribun Timur

Kapolres Malang Dicopot, Pemerintah Bentuk Tim Independen Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan

Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, dicopot dari jabatannya buntut tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 125 korban jiwa.

Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM
Stadion Kanjuruhan yang terletak di Kabupaten Malang lokasi terjadinya tragedi tewasnya 125 suporter Arema FC pada laga Liga 1 2022/2023 kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, dicopot dari jabatannya buntut tragedi Stadion Kanjuruhan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MALANG - Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, dicopot dari jabatannya buntut tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 125 korban jiwa, Sabtu (1/10/2022) malam.

Ferli digantikan oleh AKBP Putu Kholis Aryana yang sebelumya menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priuk Polda Metro Jaya.

Sementara AKBP Ferli Hidayat selanjutnya akan menjabat sebagai Pamen SSDM Polri. Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan keputusan itu diambil oleh Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo melalui surat telegram nomor ST/2098/10/KEP/2022 yang dikeluarkan Senin (3/10/2022) malam.

"Keputusan ini langsung diambil oleh Kapolri setelah mendapatkan laporan hasil analisis dan evaluasi tim investigasi khusus tragedi Stadion Kanjuruhan yang dibentuk Kapolri," ungkap Dedi dalam konferensi pers di Mapolres Malang, Senin (3/10/2022).

Tidak hanya itu, Kapori juga memerintahkan Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta menonaktifkan jabatan Komandan Batalyon (Danyon), Komandan Kompi, dan Komandan Peleton Brimob Polda Jawa Timur. Total sebanyak 9 orang komandan Brimob yang dinonaktifkan.

"Danyon atas nama AKBP Agus Waluyo, Danki atas nama AKP Hasdarman, Danton Aiptu Solikin, Aiptu M Samsul, Aiptu Ari Dwiyanto.

Danki atas nama AKP Untung, Danton atas nama AKP Danang, Danton AKP Nanang dan Danton Aiptu Budi," jelasnya.

"Semua anggota Polri tersebut masih proses pemeriksaan oleh Timsus Polri," imbuhnya.

Dedi menyebutkan, keputusan Kapolri ini merupakan kerja cepat sebagaimana perintah presiden.

Namun ia memastikan unsur ketelitian, kehati-hatian dan pembuktian secara ilmiah juga menjadi standar timsus bekerja.

"Tim hari ini melakukan pemeriksaan sesuai pasal 359 dan 360 KUHP dengan melakukan pemeriksaan 20 orang saksi," tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim melakukan gelar perkara, dan hasilnya mereka meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan.

"Dari hasil pemeriksaan, Irwasum Polri, Biro Paminal melakukan pemeriksaan dugaan kode etik anggota Polri sebanyak 28 personel Polri, 9 di antaranya adalah 9 orang yang dinonaktifkan tersebut," pungkasnya.

Dedi menambahkan, sebanyak 18 polisi yang tanggung jawab sebagai operator senjata pelontar telah diperiksa. Seluruh anggota Polri itu telah dimintai keterangan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved