'Sepakbola Sedang Sakit' Alasan Presiden Real Madrid Kembali Ngebet Gelar European Super League

Menurut bos Real Madrid itu sudah saatnya sepakbola diselamatkan sebab saat ini dalam kondisi sakit makanya European Super League menjadi 'obatnya'.

Editor: Alfian
Javier Rojas
Presiden Real Madrid Florentino Perez (kanan) dan Bos Chelsea Todd Boehly (kiri). Florentino Perez kembali mendengungkan idenya tentang kompetisi European Super League yang pernah menuai kritikan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Presiden Real Madrid Florentino Perez kembali mendengungkan idenya tentang kompetisi European Super League yang pernah menuai kritikan.

Menurut bos Real Madrid itu sudah saatnya sepakbola diselamatkan sebab saat ini dalam kondisi sakit makanya European Super League menjadi 'obatnya'.

Florentino Perez percaya bahwa dengan European Super League tim sekelas Real Madrid akan terus disaksikan sepanjang tahun menghadapi tim-tim besar dan akan memberikan tontonan menarik.

Dilansir dari The 42, Senin (3/10/2022), Presiden Real Madrid merasa terkejut dengan satu fakta bahwa  bahwa Real Madrid dan Liverpool sebagai dua tim Eropa yang paling dibicarakan hanya berhadapan sembilan kali dalam 67 tahun.

Real Madrid adalah salah satu dari selusin klub pada April tahun 2021 lalu yang mendaftar ke Liga Super Eropa dan memisahkan diri dengan Liga Championas.

Hanya saja idenya runtuh menyusul reaksi dari para pendukung begitu ide itu masuk ke domain publik.

Sementara enam tim Inggris mengundurkan diri, Real, bersama dengan Barcelona dan Juventus, menolak untuk meninggalkanLiga Super Eropa

Perez menegaskan kembali dukungannya pada pertemuan umum tahunan klubnya baru-baru ini/.

“Untuk memperbaiki masalah, Anda harus terlebih dahulu mengenali bahwa Anda memiliki masalah,” ucap Perez. 

“Olahraga tercinta kita sedang sakit. Ini kehilangan kepemimpinannya sebagai olahraga global."

“Kami tidak boleh bingung dengan dampak dari laju Real Madrid (Liga Champions) (musim lalu) ketika kami terlibat dalam tujuh pertandingan dengan intensitas dan minat tertinggi."

“Itulah mengapa kami percaya kompetisi Eropa harus berubah, untuk menawarkan kepada penggemar permainan tingkat atas sepanjang tahun antara tim terkuat, dengan pemain terbaik bersaing."

“Format Liga Super tidak akan pernah menjadi hambatan untuk menghentikan dialog yang konstruktif dan bebas untuk mengatasi masalah yang sangat serius di sepakbola Eropa. Masalah yang harus segera kita selesaikan," terangnya.

Perez percaya itu "mengejutkan" bahwa Real dan Liverpool, dua tim Eropa yang paling dihiasi di dalam negeri dan luar negeri, telah saling berhadapan hanya sembilan kali dalam 67 tahun kompetisi Eropa.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved