OJK: Kredit Perbankan Indonesia Capai Rp6.179,5 Triliun, DPK Capai Rp7.608 Triliun

Laju pertumbuhan DPK ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,59% secara tahunan, yang utamanya didorong perlambatan giro.

Editor: Ina Maharani
Tribunnews.com
Dian Ediana Rae 

 

Makassar, Tribun - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar konfrensi pers terkait Kinerja Intermediasi Terus Meningkat dan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga Di Tengah Perlambatan Perekonomian Global Dan Meningkatnya Volatilitas Pasar Keuangan.

Konfrensi pers digelar secara Senin (3/10), yang di hadiri antara lain Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.

Dalam kesempatan tersebut Dian memaparkan kondisi perbankan Indonesia. Di sektor perbankan, kredit per Agustus 2022 tumbuh relatif stabil 10,62 persen secara tahunan, utamanya ditopang oleh kredit jenis modal kerja yang tumbuh sebesar 12,19 % secara tahunan.

“Secara bulanan, nominal kredit perbankan naik sebesar Rp 20,13 triliun menjadi Rp 6.179,5 triliun. Sementara itu, laju pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Agustus 2022 tercatat sebesar 7,77 % secara tahunan menjadi Rp 7.608 triliun,” ujar Dian.

Laju pertumbuhan DPK ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,59 % secara tahunan, yang utamanya didorong perlambatan giro.

Di tengah tren turunnya likuiditas sebagai dampak pengetatan kebijakan moneter baik melalui kenaikan GWM maupun kenaikan suku bunga, likuiditas industri perbankan pada Agustus 2022 terpantau masih dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuditas yang terjaga.

Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 118,01 persen dan 26,52 % , jauh di atas ambang batas minimum masing-masing sebesar 50

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved