Foto Tribun Timur

Jelang KTT 20 di Bali, Kanim Makassar Gelar Rapat Koordinasi Timpora

Rapat ini membahas pengawasan lalu lintas orang asing di wilayah Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Editor: Muh. Abdiwan
Jelang KTT 20 di Bali, Kanim Makassar Gelar Rapat Koordinasi Timpora - depkumham.jpg
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan (Kemenkunham Sulsel), Liberti Sitinjak membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di Hotel Dalton Makassar, Senin (03/10). Rapat ini membahas pengawasan lalu lintas orang asing di wilayah Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Jelang KTT 20 di Bali, Kanim Makassar Gelar Rapat Koordinasi Timpora - timpora.jpg
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan (Kemenkunham Sulsel), Liberti Sitinjak membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di Hotel Dalton Makassar, Senin (03/10). Rapat ini membahas pengawasan lalu lintas orang asing di wilayah Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dalam rangka mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada November mendatang, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di Hotel Dalton Makassar, Senin (03/10). Rapat ini membahas pengawasan lalu lintas orang asing di wilayah Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan (Kemenkunham Sulsel), Liberti Sitinjak hadir membukan kegiatan ini dan mengatakan bahwa pelaksanaan KTT G20 di Indonesia akan berdampak pada kegiatan di Kemenkumham yang berkaitan dengan Keimigrasian yaitu keluar masuknya orang asing di dalam rangka kegiatan G20 ini.

“Kantor Imigrasi sebagai UPT di Kanwil memiliki tugas dan fungsi keimigrasian yang salah satunya adalah fungsi penegakan hukum keimigrasian yang meliputi pengawasan orang asing, serta penindakan terhadap pelanggaran hukum keimigrasian sebagaiamana diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) No 6/2011 tentang Keimigrasian," Kata Liberti.

Lebih lanjut Liberti katakan bahwa saat ini Indonesia tengah dipersiapkan menyambut kedatangan delegasi KTT G20 di Bali. "Walaupun Hasanuddin bukan sebagai bandara utama namun tetap perlu diantisipasi peralihan ke rute pesawat serta melakukan pengawasan dan pelayanan terhadap orang asing yang mendarart dari luar negeri dan orang asing yang keluar meninggalkan indonesia di Bandara Hasanuddin," Ujar Liberti.

“Kanim sebagai Leading Sector dalam pegawasan orang asing di Indonesia dalam UU Keimigrasian tentunya memerlukan bantuan dari instansi lain dalam melakukan pengawasan orang asing khususnya pada lalu lintas orang di Makassar, Bandara Hasanuddin Makassar. Pengawasan lalu lintas orang lain harus ditingkatkan terutama menjelang KTT G20 di Bali,” Kata Liberti.

Untuk mengantisipasi adanya Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan, Liberti katakan pentingnya untuk deteksi dini terhadap lalu lintas orang asing. Diperlukan sinergitas yang kuat antar instansi dan berbagai pihak di lingkugan Bandara Hasanuddin.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar, Agus Winarto menyampaikan, rapat ini merupakan wadah komunikasi dan koordinasi antar instansi terkait orang asing di wilayah Makassar dan sekitarnya khususnya di Bandara Hasanuddin Makassar dalam hal pengawasan orang asing

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan G20 di Bali dan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Indoensia sebagai salah satu tempat pemeriksaan imigrasi yaitu perlintasan orang asing dari luar negeri untuk masuk ke wilayah Indonesia,” kata Agus.

Kegiatan ini turut dihadiri 3 Narasumber yakni pertama Kepala Divisi Keimigrasian Jaya Saputra yang mengakatakan bahwa jajaran di Keimigrasian telah melaksanakan tugasnya secara administrasi mulai dari masuknya orang asing hingga urusan alih status ijin tinggal yang sejalan dengan ketentuan UU No 6/2011 tentang Keimigrasian.

Dalam pelaksanannya, tidak hanya jajaran Keimigrasian saja yang bekerja, melainkan perlu melibatkan pihak lainnya seperti Kejaksaan, Kepolisian, TNI, dan stakeholder lainnya yang bersentuhan dengan keberadaan orang asing.

“Imigrasi tidak bekerja sendiri sehingga TIMPORA merupakan wadah yang mengikat kita semua dalam hal penanganan orang asing kaena Kementerian/Lembaga lain memiliki tugas dan fungsi yang sama terkait dengan pengawsan orang asing. Saya yakin tidak bisa kerja sendiri karena keterbatasan personel dan sarana-prasarana. Kalau tidak mengikat pada TIMPORA, maka tujuan pengawasan orang asing sulit dicapai.” kata Jaya.

Selanjutnya Kabinda Sulsel yang diwakili Kabag Ops Binda Sulsel, Anton mengatakan KTT G20 nantinya akan menghadirkan delegasi tokoh-tokoh sentral, beberapa diantaranya masih terlibat dalam kasus perang yang menjadi permasalahan bagi warga dunia yang menyebabkan situasi global tidak menentu termasuk Indonesia. Kehadiran tokoh sentral tersebut menimbulkan resistensi yang melahirkan ancaman dan gangguan.

Untuk mengantisipasi hal ini, Anton meminta jajaran TIMPORA untuk meningkatkan pengawasan terhadap orang asing. Selain itu, Anton juga mengajak jajaran TIMPORA untuk terus berkoordinasi melalui kegiatan pelaksanaan rapat koordinasi TIMPORA dan rapat intelijen daerah yang tergabung dalam Kominda untuk membahas aspek dan kehidupan guna mengantisipasi ancaman keberlangsungan kebangsaan ini.

General Manager (GM) Angkasa Pura, diwakili oleh CEO Angkasa Pura Amiruddin hadir sebagai Narasumber yang mengatakan bahwa pihaknya juga telah melakukan rapat koordinasi terkait persiapan Bandara Hasanuddin dalam pelaksanaan KTT G20.

“Terkait kesiapan fasilitas Bandara Hasanuddin, kami membutuhkan koordinasi dan komunikasi terkait pengaturan pesawat. Delegasi mana saja yang akan perkir di Hasanuddin. Kami sudah siapkan 3 skenario yang tentunya buruh koordinasi antara pelaksanaan penerbangan dan pengatur penerbangan di Hasanuddin.” kata Amuriddin.

Rapat ini juga diikuti oleh seluruh Jajaran Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulsel dan Seluruh Jajaran yang Tergabung dalam TIMPORA Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved