Tragedi Kanjuruhan Jadi Insiden Mematikan Kedua di Sepakbola Dunia, Insiden Pertama 328 Tewas

Tragedi sepakbola yang menelan korban jiwa terbanyak terjadi di Estadio Nacional Disaster, Lima, Peru.

Editor: Ansar
Kolase Tribunnews.com/Wikipedia
Kolase tragedi Kanjuruhan dan Tragedi Estadio Nacional Disaster. Tragedi Stadion Kanjuruhan adalah insiden sepakbola yang menelan korban jiwa terbanyak terjadi di Estadio Nacional Disaster, Lima, Peru. 

TRIBUN- TIMUR.COM - Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (2/10/2022) malam adalah insiden sepakbola terbesar kedua di dunia.

Tragedi sepakbola yang menelan korban jiwa terbanyak terjadi di Estadio Nacional Disaster, Lima, Peru.

Tragedi Stadion Kanjuruhan menggeser posisi Accra Sports Stadium Disaster yang menewaskan 126 orang.

Jumlah korban tewas akibat kerusuhan yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (2/10/2022) saat ini terus bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, korban tewas akibat laga Arema FC vs Persebaya Surabaya kini telah mencapai 130 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo mengungkapkan hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia sebanyak 130 orang.

Kemudian untuk korban luka-luka bertambah dari 180 orang menjadi 191 orang.

Dengan korban meninggal sebanyak 130 orang, tragedi kerusuhan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya menjadi insiden mematikan kedua di sepakbola dunia.

Tentunya, insiden tersebut menjadi duka bagi dunia sepak bola Indonesia, bahkan dunia.

Insiden mematikan kedua di dunia

Sementara itu, YBLHI mengkonfirmasi terkait update terbaru korban meninggal akibat tragedi kerusuhan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya telah mencapai 153 korban jiwa.

"Kami menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan yang terjadi setelah selesainya laga pertandingan sepakbola Arema vs Persebaya pada tanggal 1 Oktober 2022."

"Kami mendapat laporan perkembangan bahwa sampai dengan Pukul 07.30 WIB, telah ada 153 korban jiwa dari kejadian ini," tulis pernyataan YLBHI.

Melihat banyaknya jumlah korban jiwa, tragedi Kanjuruhan menjadi insiden mematikan kedua di dunia dengan korban jiwa sebanyak 153 orang.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved