Terbaru! Korban Kanjuruhan Versi Wagub Jatim Masih Bertambah, 7 Rumah Sakit Jadi Tempat Perawatan

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menyampaikan update terbaru jumlah korban Tragedi Stadion Kanjuruhan setelah Arema FC vs Persebaya.

Editor: Ansar
Kolase Tribunnews.com/Tribun-timur.com
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menyampaikan update terbaru jumlah korban Tragedi Stadion Kanjuruhan setelah Arema FC vs Persebaya. Sebelumnya, dikabarkan jumlah korban Tragedi Kanjuruhan sudah mencapai 30 orang. Terbaru bertambah lebih 40 orang. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Jumlah korban tragedi Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur masih berjatuhan.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menyampaikan update terbaru jumlah korban Tragedi Stadion Kanjuruhan setelah Arema FC vs Persebaya.

Sebelumnya, dikabarkan jumlah korban Tragedi Kanjuruhan sudah mencapai 30 orang. Terbaru bertambah lebih 40 orang.

Kini ada tujuh rumah sakit rujukan para korban Tragedi Kanjuruhan. Rumah sakit tersebut kini sedang sibuk melakukan perawatan para korban.

Jumlah korban meninggal dunia setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya itu meningkat menjadi 174 jiwa.

Dijelaskan Emil Dardak, data tersebut merupakan update data yang dihimpun oleh BPBD Jawa Timur hingga siang tadi.

"Kami mendapatkan data dari Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim bahwa per pukul 09.30 tadi masih 158 orang yang dinyatakan sebagai korban meninggal dunia."

"Namun pada pukul 10.30 jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 174 orang," kata Emil, Minggu (2/10/2022).

Merujuk data BPBD Jatim, setidaknya telah terdata sebanyak 298 orang menjadi korban tragedi Kanjuruhan. Sejumlah 11 orang dilaporkan luka berat. Dan ada sebanyak 174 orang korban meninggal dunia.

"Menurut data yang terhimpun BPBD Provinsi Jawa Timur per pukul 10.30, tadi 174 korban meninggal dunia," ulang Emil Dardak. 

Dikatakan mantan Bupati Trenggalek tersebut, korban meninggal dunia itu berada di delapan rumah sakit yang berbeda-beda di Malang.

Pihak pemerintah provinsi maupun kabupaten terus melakukan sinergi dan update data untuk memastikan tidak ada data ganda ataupun misalnya ada korban yang belum terdata.

"Pemprov berencana memberikan santunan bagi korban meninggal dan lukan berat, ini nanti juga ditambah dengan santunan yang diberikan pemerintah kabupaten. Yang paling penting pengobatan tidak boleh ada kendala biaya," tegas Emil Dardak.

Beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan para korban insiden Kanjuruhan yaitu Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rumah Sakit Wava Husada, RSUD Kanjuruhan, Rumah Sakit Hasta, Rumas Sakit Gondanglegi, Rumah Sakit Teja Husada, Rumah Sakit Mitra Delima. 

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved