Sosok Pemberi Informasi Soal Potensi Kerusuhan di Kanjuruhan ke Polres Malang, Panitia Tetap Ngotot

Surat peringatan dari Polres Malang soal potensi rusuh pertandingan Arema FC Vs Persebaya di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur kini beredar.

Editor: Ansar
Kolase Twitter
Kolase surat peringatan dari Polres Malang soal potensi rusuh pertandingan Arema FC Vs Persebaya di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur kini beredar. Namun pada kenyataannya permohonan Polres Malang ditolak dan pertandingan tetap diselenggarakan oleh panitia pada pukul 20.00 WIB.  

TRIBUN-TIMUR.COM - Polres Malang ternyata sudah prediksi terjadinya kerusuhan pertandingan Arema FC Vs Persebaya yang diselenggarakan di Kanjuruhan.

Surat peringatan dari Polres Malang soal potensi rusuh pertandingan Arema FC Vs Persebaya di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur kini beredar.

Polres Malang ternyata sudah meminta pihak panitia penyelenggara supaya memajukan jam pertandingan supaya tidak dihelatkan malam hari. 

Namun pada kenyataannya permohonan Polres Malang ditolak dan pertandingan tetap diselenggarakan oleh panitia pada pukul 20.00 WIB. 

Dalam surat yang dikirimkan 18 September 2022 lalu itu, Polres Malang memohon sejumlah syarat pertandingan Arema FC Vs Persebaya yang berlangsung Minggu (1/10/2022) dalam. 

Dalam permohonan tersebut, Polres Malang sudah memprediksi tentang kerawanan pertandingan sepak bola tersebut. 

Hal itu berdasarkan hasil penelusuran intelijen 13 September 2022 lalu. 

Maka dari itu, Polres Malang memohon kepada penyelenggara Liga 1 Indonesia agar memajukan jadwal menjadi lebih sore pukul 15.30 WIB. 

Surat permohonan itu ditandatangani langsung oleh Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat. Tertulis surat itu juga ditembuskan ke Ketua Umum PSSI Iwan Bule. 

Selain permohonan terkait jadwal yang dimajukan, pada 29 September 2022, Polres Malang juga mengajukan permohonan kedua. 

Permohonan kedua itu diajukan kepada pihak Arema FC agar membatasi pencetakan tiket pertandingan Arema FC Vs Persebaya itu. 

Polres Malang memohon agar penjualan tiket hanya di angka 38.094 namun pada kenyanyatannya 42 ribut tiket dicetak oleh penyelanggara. 

Surat permohonan Polres Malang itu sesuai dengan pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD. 

Kata Mahfud MD di akun instagramnya, aparat sudah antisipasi dengan melakukan koordinasi dan usul-usulan teknis di lapangan. 

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved