Tragedi Kanjuruhan

Komisioner Komnas HAM Telusuri Tragedi Kanjuruhan, Kirim Tim Investigasi ke Malang

Ratusan nyawa harus melayang pasca pertandingan Persebaya Surabaya vs Arema Malang di Stadion Kanjuruhan.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam ; 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dunia persepakbolaan Indonesia berduka dengan tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Ratusan nyawa harus melayang pasca pertandingan Persebaya Surabaya vs Arema Malang di Stadion Kanjuruhan.

Dari informasi yang dihimpun, jumlah orang meninggal dunia terus bertambah.

Diketahui, ada 157 orang tak bersalah, yang harus meregang nyawa akibat tragedi maut tersebut.

Penyebab kematian sementara diduga akibat tembakan gas air mata oleh aparat kepolisian ke arah tribun penonton.

Penonton yang panik, mulai berdesak-desakan dan saling dorong mendorong.

Sekali lagi, ini menjadi preseden buruk bagi kancah sepak bola Indonesia di mata dunia.
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, mengaku telah mendalami kasus yang mengakibatkan meninggalnya ratusan nyawa tersebut.

Dirinya menambahkan, pihaknya telah melakukan pendalaman regulasi dan membangun komunikasi dengan suporter Aremania Malang.

"Kami sedang mendalami regulasi. Kami juga sedang proses komunikasi sama sejumlah Aremania," jelasnya saat dikonfirmasi via WhatsApp, Minggu (2/10/2022).

Choirul mengatakan, hingga saat ini, Komnas HAM telah melakukan investigasi ke beberapa rumah sakit tempat korban dilarikan.

"Dan akan kirim tim Malang. Masih komujikasi dgn sejumlah Aremania dan monitor beberapa rumah sakit," tutupnya.(*)

 

Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved