Kerusuhan di Kanjuruhan

Komisaris Utama PSM Munafri Arifuddin Khawatir Sanksi FIFA, Inggris 39 Meninggal Disanksi 5 Tahun

Komisaris Utama PSM Munafri Arifuddin berkomentar soal Tragedi Stadion Kanjuruhan atau tragedi Kanjuruhan. Appi khawatir sanksi FIFA untuk Indonesia.

Editor: Sakinah Sudin
Media Officer PSM, Sulaiman Abdul Karim
Munafri Arifuddin atau Appi saat masih menjabat Direktur Utama PSM. Kini Munafri Arifuddin menjabat sebagai Komisaris Utama PSM - Appi turut berkomentar terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Komisaris Utama PSM Munafri Arifuddin turut berkomentar terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan atau tragedi Kanjuruhan.

Diberitakan, kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur,  terjadi setelah para suporter turun ke lapangan karena tidak terima atas kekalahan tim Singo Edan atau Arema FC dalam menjamu Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Terkait hal itu, Munafri Arifuddin menyebut hal yang paling dikhawatirkan yakni sanksi dari  Federation Internationale de Football Association (FIFA) atau Federasi Sepak Bola Internasional.

“Hal yang paling kita khawatirkan kalau ada sanksi dari FIFA," kata Appi, sapaanya, kepada Tribun-Timur.com, Minggu (2/10/022).

Appi mengingatkan terkait tragedu Heysel yang membuat klub sepak bola Inggris dilarang berlaga di Eropa.

"Tahun 1985 tragedi Heysel, final Liga Champion Liverpool vs Juventus, ada 39 orang supporter meninggal , sanksinya selama 5 tahun klub-klub Inggris tidak boleh berlaga di semua kompetisi Eropa. Itu hanya dengan 39 korban," kata Appi.

"Kejadian di Malang lebih dari 120 orang meninggal,” ujar Appi menambahkan.

Sementara itu, Marcom PSM 2009-2011, Ano Suparno, mengatakan, aparat keamanan memang selalu serba salah di setiap pertandingan mempertemukan dua tim, Arema dan Persebaya.

“Bahkan petugas stewar pun tak boleh dipersenjatai atau membawa senjata tajam atau benda benda tajam. Cuma memang laga klasik Persebaya vs Arema, pihak panitia pasti serba salah. Lebih tinggi tingkat khawatirnya berlaga tanpa polisi ketimbang hadir pihak petugas di areal stadion,” kata Ano Suparno.

Yang disesali Ano Suparno, mengapa polisi tega gunakan gas air mata.

“Tetapi yang keliru adalah penggunaan gas air mata itu. Itu yang membuat orang sesak napas dan panik,” ujar Ano Suparno.

Jumlah Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan

Diberitakan sebelumnya, 153 suporter dilaporkan meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved