Kerusuhan di Kanjuruhan

Kesaksian Aremania Alami Tragedi Stadion Kanjuruhan: Gas Air Mata dan Kepanikan Suporter Jadi Pemicu

Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam meninggalkan duka mendalam bagi pecinta sepak bola. 153 meninggal

Editor: Sakinah Sudin
SURYA/Purwanto
Suporter Arema FC, Aremania turun kedalam stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Aremania meluapkan kekecewaannya dengan turun dan masuk kedalam stadion usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. - Berikut Kesaksian Aremania Alami Tragedi Stadion Kanjuruhan: Gas Air Mata dan Kepanikan Suporter Jadi Pemicu. 

Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta dalam konferensi pers sebagaimana dilaporkan Surya (Tribun Network), juga menyebut, lebih dari 100 orang meninggal.

Irjen Nico Afinta juga menyebut ada 180 korban luka kini sedang dirawat.

"Ada 180 orang masih dalam perawatan dan pengecekan terkait dengan upaya-upaya penyembuhan kepada yang sedang dirawat," kata Irjen Nico Afinta.

Para korban luka dan meninggal ditangani sejumlah rumah sakit dan klinik, yakni RS Wava Husada Malang, RS Teja Husada Malang, RSUD Saiful Anwar Malang, Klinik Salsabila Malang, Klinik Hasta Husada, dan Klinik Mitra Delima. (Tribun-Timur.com/ Sakinah Sudin, Edi Sumardi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved