Kerusuhan di Kanjuruhan

Kesaksian Aremania Alami Tragedi Stadion Kanjuruhan: Gas Air Mata dan Kepanikan Suporter Jadi Pemicu

Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam meninggalkan duka mendalam bagi pecinta sepak bola. 153 meninggal

Editor: Sakinah Sudin
SURYA/Purwanto
Suporter Arema FC, Aremania turun kedalam stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Aremania meluapkan kekecewaannya dengan turun dan masuk kedalam stadion usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. - Berikut Kesaksian Aremania Alami Tragedi Stadion Kanjuruhan: Gas Air Mata dan Kepanikan Suporter Jadi Pemicu. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam meninggalkan duka mendalam bagi pecinta sepak bola.

Kerusuhan terjadi setelah para suporter turun ke lapangan karena tidak terima atas kekalahan tim Singo Edan atau Arema FC dalam menjamu Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

153 suporter dilaporkan meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Namun, data terbaru ini belum terkonfirmasi.

Sementara, dari tayangan Breaking News Kompas TV, 127 orang meninggal dunia yang didominasi suporter Arema FC atau Aremania dan 2 polisi.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta dalam konferensi pers sebagaimana dilaporkan Surya (Tribun Network), juga menyebut, lebih dari 100 orang meninggal.

Salah satu suporter Arema FC yang berada di lokasi kejadian menceritakan kronologi kejadian.

Suporter tersebut menuliskan ceritanya lewat cuitan di Twitter dengan akun LIBRA_12 @RezqiWahyu_05.

Berikut kronologi versi pemilik akun Twitter @RezqiWahyu_05, dikutip Tribun-Timur.com:

"Assalamualaikum Sebelumnya saya turut berduka cita sedalam"nya terhadap korban insiden yg terjadi di stadion Kanjuruhan pertandingan Arema vs Persebaya Yg kedua syukur alhamdulillah, sy di beri keselamatan sampai dirumah.. Dan Bisa menceritakan kronologi versi sya pribadi disini.," tulis pemilik akun @RezqiWahyu_05, memulai ceritanya.

"Disini saya akan coba menceritakan kronologi insiden yang terjadi di kanjuruhan 1 oktober 2022 Dari awal saya masuk stadion (kondisi pemain sedang pemanasan) semua berjalan aman dan tertib hingga kick off pukul 20.00," 
 
 "Kick off dimulai dan pertandingan berjalan aman, tanpa kericuhan sedikitpun.. Yg ada hanya supporter Arema saling melontarkan psywar ke arah pemain persebaya."

"Babak ke-2 berlanjut dan tim persebaya berhasil mencetak gol.nya yang ke-3 Arema FC semakin tampil menyerang menggempur gawang Persebaya, tapi tidak ada gol yang tercipta Semakin banyak serangan, semakin gemas juga kita sebagai supporter menontonnya...,"
 
"Hingga peluit ahir dibunyikan arema tidak bisa menambah golnya, dan harus menerima kekalahan Disinilah awal mula tragedi dimulai... Setelah peluit di bunyikan, para pemain arema tertunduk lesu dan kecewa...,"
 
"Pelatih Arema dan Manager tim mendekati tribun timur dan menunjukkan gestur minta maaf ke supporter.. Disisi lain, ada 1 orang supporter yang dari arah tribun selatan nekat masuk dan mendekati sergio silva dan maringa Terlihat sedang memberikan motivasi dan kritik kepada mereka..,"

"Kemudian ada lagi beberapa oknum yang ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya kepada pemain Arema, terlihat john alfarizie mencoba memberi pengertian kepadan oknum" tersebut..,"
 
"Namun, semakin banyak mereka berdatangan, semakin ricuh kondisi stadion karena dari berbagai sisi stadion juga ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya ke pemain.."
 
"Di ikuti dengan lempar" berbagai macam benda ke arah lapangan, dan para suppoter yang semakin tidak terkendali.. Ahirnya pemain di giring masuk kedalam ruang ganti dengan kawalan pihak berwajib,"

"Setelah pemain masuk, supporter makin tidak terkendali dan semakin banyak yang masuk ke lapangan...,"
 
"Pihak aparat juga melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para supporter, yang menurut saya perlakuannya sangat kejam dan sadis, di pentung dengan tongkat panjang, 1 supporter di keroyok aparat, dihantam tameng dan banyak tindakan lainnya,"
 
"Tpi saat aparat memukul mundur supporter di sisi selatan, supporter dari sisi utara yang menyerang ke arah aparat.. Karena semakin banyaknya supporter yang masuk ke lapangan dan kondisi sudah tidak kondusif..."

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved