Partai Gelora

Rakornas Partai Gelora, Anis Matta: Pemimpin Itu Harus Bertanggung Jawab

Partai Gelora masuk ke dalam daftar 13 partai politik (parpol) yang berkas dan dokumen perbaikan administrasi verifikasinya diterima.

Penulis: Noval Kurniawan | Editor: Hasriyani Latif
Partai Gelora
Pengurus Partai Gelora Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) verifikasi administrasi dan verifikasi faktual secara online, Jumat (30/9/2022) malam. Rakornas ini diikuti jajaran Dewan Pengurus Nasional (DPN), Dewan Pengurus Wilayah (DPW), dan Dewan Pengurus Daerah (DPD). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) verifikasi administrasi dan verifikasi faktual secara online, Jumat (30/9/2022) malam.

Rakornas ini diikuti jajaran Dewan Pengurus Nasional (DPN), Dewan Pengurus Wilayah (DPW), dan Dewan Pengurus Daerah (DPD).

Di mana, verifikasi administrasi dan verifikasi faktual ini sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti.

Sebagai catatan pengurus partai terlebih dahulu melewati verifikasi administrasi.

Setelah hasil verifikasi administrasi keluar, Jumat (14/10/2022) mendatang, pengurus partai akan menjalani proses verifikasi faktual.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyatakan Partai Gelora masuk ke dalam daftar 13 partai politik (parpol) yang berkas dan dokumen perbaikan administrasi verifikasinya, diterima dan dinyatakan lengkap.

"Mudah-mudahan, Insyaallah 14 Oktober yang akan datang, kita ditetapkan sebagai salah satu partai yang lolos verifikasi administrasi," ujar Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta.

Adapun catatan yang perlu disampaikan untuk mendukung suksesnya verikasi faktual ini, kata Anis Matta, adalah pertama berhubungan dengan sisi kepemimpinan.

Di mana seorang pemimpin harus mampu berkomunikasi dengan baik dan bertanggung jawab.

"Jadi yang membedakan pemimpin dengan yang bukan pemimpin itu adalah semangat pertanggungjawabannya. Seorang pemimpin harus berani mengambil tanggung jawab secara penuh, bukan sebaliknya, kabur dan meninggalkan pekerjaannya," tegasnya.

"Masing-masing orang punya persoalan sendiri, stres, lelah dan berada dalam tekanan luar biasa, tetapi kalau saya mengeluh, bagaimana yang di bawah. Jadi pemimpin itu, yang harus bertanggung jawab untuk mengatasi kesulitan itu," imbuhnya. 

Catatan kedua adalah terkait operasional, menyangkut soal sistematika kerja agar tidak mengulangi kesalahan-kesalahan teknis operasional, serta masalah komunikasi antar internal tim maupun komunikasi secara struktural.

"Sistematika ini perlu saya sampaikan karena pekerjaan kita melibatkan banyak pihak, dan untuk mengurangi kesalahan-kesalahan teknis operasional, kita perlu komunikasi dengan KPU dengan baik. Semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan cara komunikasi, dan akhirnya ada solusinya," paparnya.

Ia berharap agar seluruh kader Partai Gelora meningkatkan ketakwaan dan pengorbanan menjelang verifikasi faktual yang akan dimulai pada 15 Oktober 2022.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved