Video Detik-detik Anies Baswedan Tidur Saat Luhut Pandjaitan Pidato, Presiden Jokowi Beri Arahan

Beberapa kali Anies Baswedan memejamkan matanya dan itu tersorot kamera. Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi mengumpulkan para menteri, kepala

Editor: Edi Sumardi
YOUTUBE.COM/SEKRETARIAT PRESIDEN
Momen Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memejamkan mata saat pengerahan Presiden Jokowi kepada menteri, kepala lembaga, kepala daerah, pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), panglima daerah militer, kepala kepolisian daerah, dan kepala kejaksaan tinggi  di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (29/9/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi mengumpulkan para menteri, kepala lembaga, kepala daerah, pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), panglima daerah militer, kepala kepolisian daerah, dan kepala kejaksaan tinggi  di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberi pengarahan terkait dengan langkah harus diambil menyikapi kondisi terkini di Tanah Air dan global.

Dalam acara tersebut, turut hadir Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu duduk di barisan kursi paling depan, diapit Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Berdasarkan siaran acara pengarahan yang ditayangkan secara live di channel YouTube Sekretariat Presiden, Anies Baswedan tampak memejamkan mata saat Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pidato pembukaan.

Beberapa kali Anies Baswedan memejamkan matanya dan itu tersorot kamera.

Silakan lihat di menit ke-11 dan ke-15 video di atas.

Setelah Luhut Pandjaitan, Presiden Jokowi pun menyampaikan arahan selama 25 menit.

Baca juga: Partai Golkar Cari Pengganti Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta, 4 Kriteria Figur Ideal

Dalam arahannya, Presiden Jokowi mengajak semua pihak untuk kompak dan bersatu dalam menangani inflasi karena saat ini inflasi merupakan momok setiap negara.

“Kita harus kompak, harus bersatu dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, sampai ke bawah, dan semua kementerian/lembaga seperti saat kita kemarin menangani Covid. Kalau Covid kita bisa bersama-sama, urusan inflasi ini kita juga harus bersama-sama,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, jika di negara lain inflasi merupakan urusannya bank sentral, maka di Indonesia inflasi merupakan tanggung jawab bersama.

Presiden Jokowi merasa senang karena otoritas fiskal dan moneter, yakni Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan, bisa berjalan beriringan dan rukun.

“Tapi yang lebih penting adalah bukan mengerem uang beredarnya, tetapi kita menyelesaikan di ujungnya, yaitu kenaikan barang dan jasa yang itu menjadi tanggung jawab kita semuanya,” imbuhnya mengatakan.

Kepala Negara melanjutkan, saat ini yang paling penting untuk diantisipasi adalah kenaikan harga bahan pangan dan bahan makanan karena merupakan kontributor terbesar inflasi hingga Agustus ini.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved