PSM Makassar

PSM Belum Kalah di 10 Laga Liga 1, Bernardo Tavares: Pada Saatnya Kita Akan Kalah

Bernardo Tavares tak ingin jumawa dengan hasil yang telah diperoleh bersama PSM Makassar.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI
Pelatih PSM Bernardo Tavares dan penerjemah PSM Roy Wanson saat konferensi pers usai lawan Persis Solo, Kamis (29/9/2022). Sudah 10 laga dijalani, PSM belum pernah terkalahkan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelatih asal Portugal Bernardo Tavares berhasil bawa PSM Makassar menorehkan prestasi.

Bernardo Tavares berhasil cetak sejarah di kancah internasional bersama PSM.

Yakni berhasil bawa PSM mencapai final Zona ASEAN AFC Cup 2022. 

Sebelum akhirnya tersingkir oleh Kuala Lumpur City dengan skor 5-2.

Menembus final AFC Cup Zona ASEAN merupakan pencapaian tertinggi tim sepak bola Indonesia. 

PSM dan Persija  di musim-musim sebelumnya hanya capai semi final Zona ASEAN AFC Cup.

Tak hanya di kancah internasional, Tavares juga sampai sekarang bawa klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi belum terkalahkan di Liga 1 2022-2023.

Sudah 10 laga dijalani, tapi langkah PSM belum terbendung. Enam kemenangan dikantongi dan empat kali imbang.

Kini menempati peringkat dua klasemen dengan 22 poin. Terus jaga asa dalam persaingan perburuan juara.

Menanggapi pencapaian tersebut, Bernardo Tavares tak ingin jumawa dengan hasil yang telah diperoleh bersama Laskar Pinisi.

"Jujur saya tidak terlalu memikirkan hal-hal ini, pada saatnya kita akan kalah," ucapnya saat konferensi pers usai lawan Persis Solo pada Kamis (29/9/2022).

Namun, ia menegaskan siap kalah asal tim lawan lebih baik secara kualitas, bukan karena kesalahan wasit.

"Kalau kalah, tim lawan lebih baik secara kualitas. Murni kualitas mereka lebih baik dari kita, bukan gara-gara perangkat wasit yang melakukan kesalahan, bukan karena kita melawan dua tim," tegas juru taktik 42 tahun ini.

Sebab, Bernardo Tavares mengaku jengkel jika kerja keras dilakukan seluruh orang dalam tim, tapi justru mendapat kecurangan di pertandingan.

"Saya, staf, ofisial kami, suporter, pemain bekerja keras ke pertandingan ini dan setiap pertandingan. Kalau kami merasa kerja keras kami dicurangi, itu yang membuat saya sangat jengkel," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved