Pilpres 2024

Benarkah Ridwan Kamil Di-blacklist 3 Partai? Pengamat Sebut Partai Golkar Jadi Pilihan yang Rasional

Menurut Ahmad Khoriul Umam Ridwan Kamil sudah di-blacklist dari tiga partai, Partai Gerindra dan PKS yang merasa dikhianati usai Pilkada. . .

Editor: Sakinah Sudin
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil - Benarkah Ridwan Kamil Di-blacklist 3 Partai? Pengamat Sebut Partai Golkar Jadi Pilihan yang Rasional. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Beredar kabar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan bergabung dengan Partai Golkar akhir tahun ini.

Menanggapi isu ini, Pengamat politik dari Universitas Paramadina, yang juga Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoriul Umam menilai, bergabungnya RK ke Partai Golkar mengindikasikan bahwa ia siap maju dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres).

Akan tetapi, peluang itu cukup berat jika berangkat dari Partai Golkar.

"Jika ingin berangkat Pilpres dari Golkar, maka membuka peluang terjadinya dua matahari kembar," kata Umam kepada Kompas.com, Kamis (29/9/2022).

Karena itu, Umam menyebut masuknya RK ke Partai Golkar bisa dimaknai sebagai bagian dari investasi politik ke depan. 

Berikut ulasan Ahmad Khoriul Umam selengkapnya!

  • Partai Golkar pilihan logis

Ia menuturkan, saat ini Partai Golkar menjadi pilihan yang rasional bagi mantan Wali Kota Bandung itu.

Pasalnya, Golkar merupakan partai politik yang kekurangan tokoh marketable untuk didorong dalam Pilpres 2024.

"Namun, kalkulasinya menjadi agak rumit jika keberpihakan RK di Golkar juga akan menggeser peluang Airlangga untuk maju Pilpres lewat Golkar," jelas dia.

  • Di-blacklist 3 partai?

Selain itu, pilihan politik untuk Ridwan Kamil saat ini semakin terbatas.

Menurutnya, RK sudah di-blacklist dari tiga partai, Partai Gerindra dan PKS yang merasa dikhianati usai Pilkada Wali Kota Bandung, serta Partai Nasdem yang merasa dikhianati setelah Pilkada Gubernur Jawa Barat.

  • Corak nasionalis

Karena merepresentasikan corak nasionalis, Umam menganggap Golkar bisa menjadi pilihan yang baik bagi RK.

Hal ini memberi ruang manuver lebih terbuka bagi RK dibandingkan masuk partai politik Islam atau berbasis umat Islam.

"Jika RK tidak berhasil masuk dalam kontestasi Pilpres 2024, ia masih bisa menggunakan Golkar sebagai sekoci untuk maju dalam Pilkada serentak Jawa Barat di November 2024 mendatang," tutupnya. 

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved