Partai Golkar

Partai Golkar Cari Pengganti Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta, 4 Kriteria Figur Ideal

Penjabat Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan diharapkan merupakan sosok ideal yang memenuhi kriteria tertentu.

Editor: Edi Sumardi
WARTA KOTA/ANGGA BN/YULIANTO
Manajer Online WartaKotalive.com Suprapto (dari kiri ke kanan), Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar, Pakar Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan, mantan Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono, Ketua Dewan Penasihat MIPI Ryaas Rasyid, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Series #3 “Mencari Figur Ideal Penjabat Gubernur DKI Jakarta” di Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2022). DPD Partai Golkar DKI Jakarta bersama Warta Kota menggelar FGD untuk mendiskusikan figur ideal Pj Gubernur DKI Jakarta yang bakal menggantikan Anies Baswedan per 17 Oktober 2022 mendatang. 

“Yang terakhir, ini yang paling penting. Pj gubernur nantinya harus dekat dengan tokoh masyarakat, pers, dan para pejabat pemerintah pusat,” ujar Djohermansyah Djohan.

Pj gubernur ini pun akan menghadapi beberapa tantangan dalam memimpin Jakarta. Satu di antaranya adalah mengelola birokrasi yang cukup besar.

Djohermansyah Djohan mencontohkan birokrasi yang cukup besar tersebut adalah pengelolaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 64.000, hingga Anggaran Pendapatan Belanja dan Daerah (APBD) sebesar Rp 82,4 triliun.

“Yang pasti pengelolaannya harus efisien dan efektif, tanpa korupsi,” kata ujar pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, 21 Desember 1954 yang pernah menjabat sebagai Dirjen Otda Kemendagri (2010-2014).

Waktu Tidur Berkurang

Sementara itu, Soni Sumarsono menyebut siapa pun yang dipilih menjadi Pj gubernur harus siap menerima “konsekuensi”. S

atu di antaranya adalah waktu tidur yang berkurang.

Hal itu disampaikan berdasarkan pengalamannya sewaktu menjabat pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta 2016/2017.

Soni Sumarsono mengenang dirinya hanya tidur dua jam dalam sehari imbas padatnya jadwal sebagai kepala daerah. Ia baru pulang ke rumah setelah membereskan segala pekerjaan, termasuk memeriksa semua dokumen di meja kerjanya.

Esoknya pukul 07.00 WIB, ia sudah berada kembali di Balai Kota DKI Jakarta. Dua jam pertama di waktu kerjanya dimanfaatkan Soni untuk berdialog dengan masyarakat.

Selain pj gubernur DKI Jakarta, pria kelahiran Tulungagung, Jawa Timur ini juga pernah menjadi Pj Gubernur Sulawesi Utara (2015/2016) dan Sulawesi Selatan (2018).

“Karena DKI kalau ditinggal sehari, numpuknya (pekerjaan) akan cukup lama. Lalu yang lainnya ikut terganggu,” ujar mantan Dirjen Otda Kemendagri ini.

Rekomendasi DPRD

Sedangkan anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) DPRD DKI Jakarta Suhud Aliyudin menyebut partainya memahami penunjukkan pj pengganti Anies merupakan hak prerogatif presiden.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved