Ojol Day

Legislator Demokrat Minta Danny Evaluasi Ojol Day, Beratkan Pegawai Laskar Pelangi

Laskar pelangi untuk Ojol Day-nya itu perlu dipertimbangkan ulang. Kasihan juga kalau mereka harus menyisihkan dananya setiap bulan untuk bayar ojol

Penulis: Siti Aminah | Editor: Muh. Irham
TRIBUN TIMUR/ABD AZIS
Anggota DPRD Makassar dari Partai Demokrat Fatma Wahyudin meminta Pemkot Makassar pertimbangkan ulang program Ojol Day karena dianggap memberatkan khususnya pegawai program Laskar Pelangi 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kebijakan Ojol Day masih menuai pro dan kontra. Tidak semua anggota DPRD Makassar setuju dengan kebijakan yang dikeluarkan Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

Apalagi jika ojol day diwajibkan bagi seluruh pegawai termasuk Laskar Pelangi

Laskar Pelangi adalah salah satu program Pemkot Makassar. Program ini merupakan bagian restrukturisasi tenaga non-ASN lingkup Pemkot Makassar.

Mereka yang masuk dalam program Laskar Pelangi adalah tenaga non ASN.

Anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Demokrat, Fatma Wahyudin, meminta agar penerapan Ojol Day ditinjau ulang.

Menurutnya, program ini akan menyengsarakan para Laskar Pelangi

Apalagi jika dibandingkan dengan gaji mereka yang tidak seberapa.

"Laskar pelangi untuk Ojol Day-nya itu perlu dipertimbangkan ulang. Kasihan juga kalau mereka harus menyisihkan dana nya setiap bulan untuk membayar ojol," kata Fatma, Kamis (29/9/2022).

Pemkot harus mempertimbangkan ekonomi tenaga Laskar Pelangi.

Menurut Ketua Fraksi Demokrat DPRD Makassar ini lebih tepat diberlakukan bagi pegawai ASN maupun PPPK

"Kita sih ikut programnya pak Wali terkait Ojol Day tapi Ojol Day itu diperuntukkan untuk pejabat ASN," tegas Fatma.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto sebelumnya telah menerima keluhan-keluhan tersebut.

Ia akan mengevaluasi kekurangan dalam program Ojol Day ini agar bisa benar-benar bermanfaat.

Bahkan, Danny berencana untuk memberi subsidi bagi pegawai dari golongan rendah maupun Laskar Pelangi.

"Jadi kita lagi mencoba mendalami kemungkinan-kemungkinan mengadakan subsidi bagi orang yang tidak sanggup. Termasuk Laskar Pelangi karena tidak sanggup dia," ungkap Danny.

Jika memungkinkan dan tidak melanggar aturan, Pemkot Makassar akan menggunakan pos anggaran biaya tidak terduga (BTT) untuk subsidi tarif ojol bagi laskar pelangi.

"Kita lihat kemungkinannya seperti apa. Tapi kita lihat dulu aturannya bisa atau tidak," tuturnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved