Kapolres Kecolongan, Adu Kerbau Tetap Terlaksana di Tengah Darurat PMK Tana Toraja

Ia mengatakan, pembubaran itu terkait edaran Pemerintah Kabupaten Tana Toraja tentang penyakit mulut dan kuku (PMK).

Penulis: Ricdwan Abbas | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/RICDWAN ABBAS
Adu kerbau berlangsung selama dua hari di Rantekalimbuang, kelurahan Sillanan, Mengkendek, Tana Toraja, meski masa Penyakit Mulut dan Kuku, Rabu (28/9/2022). 

TRIBUNTIMUR.COM, TORAJA - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tana Toraja AKBP Juara Silalahi janji bubarkan adu kerbau di Tongkonan Rantekalimbuang Mebali, kelurahan Sillanan, Kecamatan Mengkendek.

Ia mengatakan, pembubaran itu terkait edaran Pemerintah Kabupaten Tana Toraja tentang penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sebab, Pemerintah melarang kegiatan adu kerbau selama masa PMK.

Karena itu, Polres Tana Toraja hanya memberikan ijin keramaian.

"Teman teman media semua saya sampai kan untuk ijin kita berikan dalam acara kedukaan Rambu Solo dipersilakan. Untuk adu kerbau tidak kita perkenankan karena masih dalam situasi PMK," ujarnya.

"Tidak usah ragu dengan Res Tana Toraja, teman-teman cukup mewartakan hal-hal yang memberikan kesejukan kamtibmas, jauhkan pemikiran yang negatif. Kerjasama dan komunikasi pasti jalan menuju kesuksesan," lanjutnya.

Namun tak lama berselang pernyataan Kapolres, di lokasi kegiatan Rambu Solo tetap saja diadakan adu kerbau, Rabu (28/9/2022) sore kemarin.

Adu kerbau tersebut berlangsung dua hari mulai 27 September 2022.

Puluhan pasang kerbau yang diadu berasal dari berbagai daerah, salah satunya Kabupaten tetangga Toraja Utara. 

Sejumlah personil TNI-Polri juga terpantau siaga di lokasi.

Namun, mereka tidak melakukan pembubaran sesuai penyampaian Kapolres.

Sekretaris Satgas PMK Tana Toraja, Adelheid Sosang saat dikonfirmasi mengatakan saat ini tidak ada kerbau terjangkit PMK.

Meski begitu, pemilik wajib membawa surat keterangan sehat saat membawa ternak memasuki Tana Toraja

"Kita sudah zero (tidak ada kasus positif) untuk sementara. Tapi tetap diawasi dan harus ada surat keterangan sehat dari dinas peternakan daerah asalnya," kata Adelheid.

Sementara itu, sejumlah kerbau Toraja Utara yang masuk Tana Toraja tidak membawa surat keterangan sehat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Toraja Utara Lukas Pasarai.

"Tidak ada yang urus surat keterangan sehat, tidak ada yang lapor kalau bawa keluar Toraja Utara," kata Kepala Dinas Pertanian Toraja Utara, Lukas Pasarai.

Pos penyekatan PMK di perbatasan Tana Toraja-Toraja Utara juga tidak difungsikan, sehingga kerbau bebas masuk dari Toraja Utara.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved