Di Hadapan Hakim, Saksi Kasus HAM Paniai Mengaku Mendengar Lutusan Senjata saat Kericuhan

Agenda sidang kedua ini memasuki pemeriksaan saksi-saksi dair Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH SAUKI
Sidang kedua kasus kekerasan HAM berat di Pengadilan Negwri Makassar, Rabu (28/9/2022) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sidang lanjutan kasus kekerasan HAM berat Paniai, Papua, kembali digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Jl Kartini, Makassar, Sulsel, Rabu (28/9/2022).

Agenda sidang kedua ini memasuki pemeriksaan saksi-saksi dair Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ada tujuh saksi yang diperiksa. Namun, pada sidang kali ini hanya empat saksi yang hadir.

Keempat saksi tersebut, yakni Andi Ridho Amir, Abner Windesi, Riddo Bagaray, dan Haile Wambrauw.

Semua saksi ini adalah anggota Polisi di Paniai, Papua.

Riko, dalam keterangan sidangnya mengatakan, di tanggal 8 Desember 2014, saat dirinya hendak mengambil mobil di kantor Koramil, masyarakat mulai memadati kantor.

"Masyarakat datang dari jalan raya, berputar-putar kemudian merayap menuju Koramil," jelasnya, 

Riko mengaku, masyarakat mulai mundur saat Danramil mulai mengendalikan situasi.

Dirinya menambahkan, saat kejadian tersebut, Riko mendengar suara tembakan dari Koramil.

"Ada tembakan dari arah Koramil dan Polsek," jelasnya.

Pernyataan serupa juga datang dari Abner saat majelis hakim menanyakan perkara itu kepada saksi.

Pada tanggal 8 Desember 2014, Abner mengaku situasi di kantor Polsek sudah penuh dengan warga yang marah.

"Pda tanggal 8 Desember 2014 situasi waktu itu masyarakat melempari kantor dengan batu," jelanya.

Menurut Abder, jarak antara Polsek dan Koramil di Paniai, hanya berkisar 200-300 meter saja.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved