Belum Usai Kasus Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J, Muncul Polisi Bisnis BBM Ilegal dan Perkosa Anak Tiri

Belum selesai kasus Irjen Ferdy Sambo membunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, muncul kasus lain yang merusak citra Polri.

Editor: Edi Sumardi
KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA DAN MUHAMAD SYAHRI ROMDHON
Gudang tempat penimbunan solar ilegal yang dikelola Aipda Safruddin personel Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan, di Jalan Mayjen Satibi Darwis, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan terbakar pada Kamis (22/9/2022) (kiri). Kapolresta Cirebon Kombes Pol Arif Budiman serta jajaran bersama Pembina Komnas PA Provinsi Jawa Barat, menunjukan barang bukti anak yang menjadi korban kekerasan fisik dan seksual oleh oknum polisi, Senin (26/9/2022) (kanan). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Citra polisi bisa jadi kian terpuruk karena ulah anggota Korps Bhayangkara itu. 

Di tengah sorotan tajam masyarakat karena mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo membunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, muncul kasus lain yang merusak citra Polri.

Aipda Safruddin, personel Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan ketahuan menjadi penimbun solar ilegal di Palembang, Sumatera Selatan ( Sumsel ).

Aktivitasnya itu terkuak setelah gudang tempat penimbunan solar ilegal dikelolanya di Jalan Mayjen Satibi Darwis, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan terbakar pada Kamis (22/9/2022).

Kebakaran di lokasi itu itu dipicu oleh kelalaian para pekerja di lokasi gudang ilegal tersebut.

Saat memindahkan solar ke tangki, ada seseorang yang merokok, dan menyebabkan api keluar dan langsung menyambar lokasi gudang sampai akhirnya hangus terbakar.

Akibat kebakaran itu, 8 bangunan ruko yang ada di lokasi juga ikut tersambar hingga hangus terbakar.

Pantauan di lapangan, kebakaran itu tak hanya membakar ruko dan bangunan yang ada di sekitar, namun beberapa unit mobil tangki yang terparkir di dalam gudang juga ikut terbakar.

Kobaran api yang menimbulkan asap hitam pekat itu membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Sebab, lokasi gudang itu berada persis di samping tempat tinggal warga.

Seksi Propam Polrestabes Palembang pun kini telah menahan Aipda Safrudin.

Menurut Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhamad Ngajib, penyidik telah melakukan serangkaian pemeriksaan berkaitan kasus itu, dan menahan Aipda Safrudin.

Propam menyatakan Aipda Safrudin bersalah dan melanggar kode etik dan harus ditahan selama 30 hari ke depan sejak Sabtu (24/9/2022). 

“Kami menyampaikan perkembangan kebakaran kemarin, bahwa Aipda S selaku pemilik lahan sudah kami tahan,” kata Kombes Pol Mokhamad Ngajib.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved