Rumah Belajar

Maros Kini Miliki Rumah Belajar di Kuri Caddi, Terbuat dari Bambu yang Didatangkan dari Jogjakarta

Rumah belajar ini merupakan yang pertama di Kabupaten Maros, nantinya akan menjadi wadah pendampingan bagi masyarakat.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Muh. Irham
Tirbun Maros/Nurul Hidayah
Peresmian rumah belajar ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan langsung Bupati Maros, Chaidir Syam didampingi Camat Marusu, Suwardi Sawedi, Direktur Blue Forests, Rio Ahmad, Rabu (28/9/2022). 

MAROS, TRIBUN-TIMUR.COM - Masyarakat di Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan kini memiliki rumah belajar yang diinisiasi oleh Yayasan Hutan Biru (Blue Forest).

Rumah belajar ini merupakan yang pertama di Kabupaten Maros, nantinya akan menjadi wadah pendampingan bagi masyarakat.

Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan langsung Bupati Maros, Chaidir Syam didampingi Camat Marusu, Suwardi Sawedi, Direktur Blue Forests, Rio Ahmad, Rabu (28/9/2022).

Bupati Maros, Chaidir Syam sangat mengapresiasi pembentukan rumah belajar bagi masyarakat Kuri Caddi ini.

"Tentu ini menjadi harapan pemerintah daerah dan harapan kita semua, bagaimana kedepan Kuri Caddi ini bisa berkembang, karena banyak potensi yang harus kita jaga bersama, dan tentu kita sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh teman-teman di Blue forest dan Seacology," katanya.

Ia pun berjanji akan memberikan bantuan fasilitas penunjang untuk rumah belajar ini.

"Sementara untuk kemasan dan perizinin produk, kita tidak lama lagi akan resmikan rumah kemasan, dan gedung Pusat Layanan UMKM Terpadu (PLUT) sementara kita bangun, di sana nantinya bisa berkonsultasi terkait izin, BPPOM, label halal dan lain-lainnya" ungkapnya.

Chaidir pun menjelaskan pembangunan akses jalan ke wilayah Kuri Caddi yang sementara berjalan.

"Untuk pembangunan jalan, kita sudah start, sudah ada penimbunan, berikutnya kita akan anggarkan jembatan dan lanjutan pembangunan, kita berdoa saja semoga semuanya bisa rampung sebelum masa jabatan kami berakhir," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Blue Forest, Rio Ahmad mengatakan rumah belajar ini diharapkan dapat menjadi pusat belajar dan pertukaran informasi bagi warga Kuri Caddi mengenai pengelolaan ekosistem mangrove dan eduekowisata. 

"Kita berharap ada pertukaran infomasi serta komunikasi antar masyarakat demi pengiatan pesisir di sini. Ada banyak sekali sumber daya, sehingga upaya pengelolaan berkelanjutan perlu ditingkatkan," katanya

Ia mengatakan anggaran yang digunakan untuk pembangunan rumah belajar ini mencapai Rp 200 juta.

Pasalnya, bahan utama pembuatan rumah belajar ini adalah bambu khusus yang dipesan dari Jogjakarta.

Ia mengatakan bambu tersebut bisa bertahan hingga 20-30 tahun.

"Bangunan ini memiliki keunikan tersendiri karena berada di landscape pesisir Kuri Caddi dan dibangun dari material utama menggunakan bambu yang telah melalui proses pengawetan agar dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama dengan desain anti gempa," papar Rio. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved