Knalpot Brong

Hingga September, Satlantas Polrestabes Makassar Sita 350 Knalpot Brong

Dari periode Januari sampai September, total 350 knalpot bising yang berhasil diamankan Satlantas Polrestabes Makassar.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Hasriyani Latif
Polrestabes Makassar
Knalpot brong beserta pemiliknya di Polrestabes Makassar, baru-baru ini. Satlantas Polrestabes Makassar gencar merazia pengendara yang menggunakan knalpot brong. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Satlantas Polrestabes Makassar gencar merazia pengendara yang menggunakan knalpot brong.

Dari periode Januari sampai September, total 350 knalpot bising yang berhasil diamankan. 

Khusus September, sebanyak 46 knalpot yang diamankan dari proses razia di beberapa titik. 

Terakhir dalam sepekan ini polisi mengamankan dua knalpot brong.

Disaksikan pemiliknya, polisi memusnahkan knalpot brong itu.

Dua knalpot yang dimusnahkan masing-masing terjaring razia di Jl Boulevard, Minggu (24/9/2022) sekitar pukul 01.00 Wita.

Menurut Kasubmit 1 Kamsel Lantas Polrestabes Makassar Ipda Citra Arista kedua pengguna knalpot bising terkena Pasal 285 (1) UU 22 Tahun 2009 Dapat dipidana kurungan paling lama satu bulan denda maksimal Rp 250 ribu.

"Untuk roda 4, pasal 285 (2) UU 22 Tahun 2009 Dapat dipidana kurungan paling lama dua bulan denda maksimal Rp 500 ribu," terangnya.

Razia 7 Mobil

Dari ratusan knalpot brong yang disita, sebanyak tujuh diantaranya merupakan knalpot mobil.

Razia dipimpin langsung Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Zulanda pada waktu itu.

Akram pemilik mobil yang dirazia menuturkan dirinya saat itu datang dari Bone menuju Makassar.

Saat melintas di Jl Boulevard, Akram mengaku menghabiskan malam dengan nongkrong di jalan.

"Harga barunya Rp 2 jutaan, saya beli Rp 1,2 juta, Rp 1,5 juta sama ongkos pasang. Ini sudah yang kelima kali datang ke tempat ini dengan kasus yang sama. Sebelumnya hanya diberi peringatan. Disuruh lepas," ujarnya, Selasa (27/9/2022).

Alasan lain Akram menggunakan knalpot brong karena kerap melakukan perjalanan jauh Bone-Makassar. Agar tidak mengantuk dalam perjalanan.

"Masalahnya kalau perjalanan jauh ke Bone mengantuk," lanjutnya.

Sementara itu, pelanggar lainnya Fadil mengaku menyesal karena telah melakukan pelanggaran. 

"Saya menyesal dan tidak akan melanggar lagi. Dan berharap kepada teman-teman yang lain untuk memakai knalpot bawaaan pabrik," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved