UNM

Dosen UNM Beri Pemahaman Gizi ke Warga Galesong Demi Pencegahan Stunting

Tim PKM UNM berfokus pada pemberian materi akan pentingnya menjaga 1.000 hari pertama kehidupan bagi ibu hamil demi cegah stunting.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Hasriyani Latif
UNM
Tim PKM UNM bersama warga di TPA Al-Iklhas, Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/9/2022). Tim berfokus pada pemberian materi akan pentingnya menjaga 1.000 hari pertama kehidupan bagi ibu hamil demi mencegah stunting. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim dosen UNM melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di TPA Al-Iklhas, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Tim PKM terdiri dari tiga dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Jurusan Biologi.

Ketua Lembaga Pengabdian dan Penelitian Masyarakat (LP2M) Prof Bakhrani Rauf mengatakan PKM bertujuan sebagai pengaplikasian keilmuan setiap dosen di UNM.

PKM ini bekerja sama dengan Yayasan dan Kepala Sekolah TK Al-Ikhlas. Rencananya, tim PKM tersebut akan memberikan pelatihan dua kali.

"Berkat kerja sama tim pengabdi dengan Yayasan dan Kepala Sekolah TK Al Ikhlas Hj Hadrah disepakati bahwa pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan dua sampai tiga kali mengingat para orang tua yang dominan ibu rumah tangga hanya bisa aktif dari sekitar jam 08.00-11.00 Wita," jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (27/9/2022).

Sementara itu, Ketua tim PKM, Mushawwir Taiyeb menjelaskan tim berfokus pada pemberian materi akan pentingnya menjaga 1.000 hari pertama kehidupan bagi ibu hamil.

"Ibu menyusui dan anak dari usia 0-23 bulan karena pada masa inilah penanganan balita untuk mencegah kejadian stunting paling efektif dilakukan," katanya.

Ia menjelaskan stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada usia dini yang ukuran tubuhnya lebih pendek dari seusianya terjadi karena ibu yang kurang gizi, pola asuh dan pola makan yang tidak sesuai, dan hidup pada lingkungan yang sanitasinya kurang serta layanan kesehatan yang terbatas.

Kejadian stunting bisa berdampak pada perkembangan otak metabolisme dan pertumbuhan fisik. 

Selain itu stunting juga berdampak jangka panjang seperti kemampuan kognitif dan prestasi belajar rendah.

Sistem kekebalan tubuh menurun dan memiliki risiko mengalami penyakit degeneratif seperti diabetes dan jantung coroner.   

"Antusiasme peserta terjadi karena pengalaman sebagai ibu dan sebagai nenek terhadap pola asuh anak. Bu Syamsiah dan Bu Faridah kompak menjawab sesuai dengan pengalaman masing-masing mengenai pertanyaan bagaimana pola asuh yang terbaik bahwa tidak ada pola asuh yang baku untuk semua orang karena sangat tergantung dengan kondisi keluarga masing-masing," ujarnya.

Hal lain yang banyak didiskusikan peserta adalah pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan keluarga, karena PHBS juga menjadi salah satu faktor prevalensi stunting. 

Kegiatan pendampingan ini berlangsung sangat lancar dan penuh dengan suasana kekeluargaan sehingga berhasil dengan baik. 

Keberhasilan ini dilihat dari antusiasme peserta saat berdiskusi, semua peserta mengikuti dengan baik semua sesi pendampingan.

"Alhamdulillah akhirnya kegiatan pendampingan stunting bagi orangtua/wali Takalar berakhir dengan hasil yang memuaskan. Semoga pendampingan ini bermanfaat dan bernilai ibadah," ujarnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muh Sauki Maulana

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved