Perbaikan Jalan

Dikeluhkan Warga karena Jalan Trans Sulawesi di Maros Berlubang, PJN: Segera Kami Perbaiki

Ia juga menyayangkan aspal penutupan lubang yang kadang tidak rata dan membentuk gundukan.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Muh. Irham
Tribun Maros/Nurul Hidayah
Kondisi ruas trans Sulawesi di Kabupaten Maros setelah dikeruk untuk diperbaiki. Banyak warga yang mengeluh karena perbaikan jalan mengganggu aktivitas mereka dan membahayakan 

MAROS, TRIBUN-TIMUR.COM - Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan kondisi jalan trans Sulawesi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang dihiasi lubang pengerukan jalan dari arah Maros menuju Makassar.

Salah satu pengguna jalan, Abdi Soni Ashari mengaku terganggu dengan lubang pengerukan tersebut.

"Sebagai pengendara yang melewati poros Maros tiap Minggu merasa terganggu, karena jalannya lama sekali diperbaiki kalau sudah dikeruk," katanya.

Ia juga menyayangkan aspal penutupan lubang yang kadang tidak rata dan membentuk gundukan.

"Ada juga gundukan aspal di tikungan Tambua itu pas di tengah-tengah jalan. Saya hampir jatuh disitu gara-gara tidak lihat gundukan aspal itu," ucapnya.

Tak sampai di situ, lulusan Komunikasi Unhas Itu juga menyoroti adanya gelombang aspal di daerah Bulu-bulu sekitar perbatasan Maros-Makassar.

"Itu sangat membahayakan. Kalau roda empat mungkin tidak terlalu, tapi kalau roda dua, salah sedikit bisa langsung jatuh," tuturnya.

Ia pun meminta kepada pihak Pelaksanaan Jalan Nasional untuk segera menuntaskan perbaikan jalan ini.

Sementara itu, Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Sulsel, Malik mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pengerukan jalan di beberapa titik di Kabupaten Maros.

Ada delapan titik yang tengah digali, dan rencananya akan ditutup besok malam.

"Yang baru digali ada sekitar delapan titik, pemghalian dilakukan malam ini lanjut lagi sampai subuh, lokasi tersebar sampai batas kota Makassar," katanya.

Untuk panjang ruas jalan yang dibenahi kata dia itu bervariasi.

"Ada 1 × 3 meter, dan ada sampai 1×1 meter," ujarnya.

Kedalaman lubang pengerukan pun bervariasi. 

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved