AMPI Sulsel

Biaya Pendaftaran Calon Ketua AMPI Sulsel Rp 150 Juta, Hanya Putra Nurdin Halid yang Mendaftar

Menurutnya, biaya Rp 150 juta menjadi salah satu penyebab calon lain yang telah mengambil formulir mengurungkan niatnya mendaftar.

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Muh. Irham
TRIBUN-TIMUR.COM/ARI
Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Andi Nurhaldin Halid. ia tercatat sebagai calon tunggal Ketua AMPI Sulsel 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Firdaus Muhammad menyayangkan tingginya biaya pendaftaran untuk menjadi Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menurutnya, biaya Rp 150 juta menjadi salah satu penyebab calon lain yang telah mengambil formulir mengurungkan niatnya mendaftar.

Sehingga, pada batas akhir pengumpulan formulir pendaftaran, hanya Andi Nurhaldin Nurdin yang mengumpulkan dan menjadi calon tunggal Ketua AMPI Sulsel.

Nurhaldin Nurdin adalah putra politisi senior Partai Golkar Nurdin Halid

"Mereka yang tidak mendaftar, tentu banyak pertimbangan termasuk biaya pendaftaran," kata Firdaus Muhammad kepada Tribun-Timur.com, Rabu (29/9/2022).

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin itu menyebutkan, Musda AMPI sejatinya menjadi kesempatan sejumlah kader terbaik untuk berkompetisi, termasuk Nurhaldin.

Namun, lagi-lagi kata Firdaus Muhammad, biaya pendaftaran yang jadi persoalan.

Bisa saja, ada kader terbaik AMPI Sulsel yang memiliki kemampuan dan ingin maju, tetapi tidak mampu membayar biaya pendaftaran.

"Tetapi soal biaya pendaftarannya tentu dianggap memberatkan untuk yang lain," katanya.

"Sejatinya itu diturunkan dengan  memaksimalkan persyaratan administratif lainnya. Misalnya soal masa keanggotaan dan keaktifan serta program kerja dalam memimpin AMPI ke depan," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua SC Nasruddin Upel beralasan, kontribusi Rp150 juta itu semata-semata untuk membesarkan organisasi AMPI Sulsel ke depan.

Upel menilai, AMPI Sulsel membutuhkan calon pemimpin yang punya karakter rela berkorban untuk kepentingan orang banyak.

"Bagaimana mau jadi pemimpin dalam organisasi jika tidak ada kepedulian dan karakter rela berkorban. Tentu AMPI Sulsel butuh pemimpin yang punya pengorbanan untuk organisasi dan orang banyak," kata Upel kepada wartawan Sabtu (24/9/2022).

Kedua, Upel mengatakan, kontribusi calon senilai Rp150 juta itu sama sekali tidak ada kaitannya tudingan ataupun isu penjegalan calon ketua.

Menurutnya, kontribusi tersebut semata-mata untuk mencari sosok pemimpin yang siap berkorban untuk membesarkan organisasi.

"Jadi tidak benar itu bahwa panitia ingin menjegal bakal calon ketua atau tudingan setting aklamasi kepada salah satu bacalon. Itu murni disepakati untuk Rp150 juta untuk ikut serta besarkan AMPI Sulsel," katanya.

Upel melanjutkan, dalam era pandemi Covid-19 ini, organisasi memiliki banyak tantangan.

Apalagi ekonomi sedang terpuruk dan baru mulai bangkit kembali setelah dua tahun dihantam pandemi.

"Jadi untuk memimpin organisasi dalam kondisi seperti ini, tentu dibutuhkan calon pemimpin yang memiliki kemampuan dan kepedulian. Pemimpin harus memiliki kemampuan atau kapabilitas yang mampu mengayomi anggota, teladan, dan menyelesaikan semua permasalahan. Dan pasti ketuanya harus berkorban," ujar Upel. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved