Pilpres 2024

Anies Baswedan Dilapor ke Bawaslu RI Gegara 'Kampanye Terselubung' di Malang, Ini Bukti-buktinya

Kini, Gubernur DKI Jakarta dan bakal calon Presiden RI Anies Baswedan dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

Editor: Ansar
Kompas.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tertimpa masalah soal dugaan pelanggaran aturan kampanye. Kini, Gubernur DKI Jakarta dan bakal calon Presiden RI Anies Baswedan dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tertimpa masalah soal dugaan pelanggaran aturan kampanye.

Kini, Gubernur DKI Jakarta dan bakal calon Presiden RI Anies Baswedan dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

Laporan terhadap Anies Baswedan dilayangkan oleh Koordinator Nasional Sipil Peduli Demokrasi (Kornas SPD) kepada Bawaslu RI pada Selasa (27/9/2022).

Anggota Bawaslu RI Puadi mengatakan, laporan dugaan pelanggaran Anies Baswedan telah diterima oleh Bawaslu.

Selanjutnya, Bawaslu akan mengkaji apakah laporan tersebut memenuhi syarat formil dan materill.

"Laporan sudah diterima Bawaslu akan melakukan kajian awal untuk memenuhi syarat formil dan materiil laporan tersebut," ujar Puadi kepada Kompas.com, Rabu (28/9/2022).

Sebelumnya, Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi melaporkan dugaan pelanggaran pemilu terkait penyebaran Tabloid Anies Baswedan di masjid hingga pasar di Kota Malang, Jawa Timur.

Koordinator Kornas SPD Miartiko Gea melaporkan Anies Baswedan dan pendukungnya ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu RI.

Miartiko mengatakan, pelaporan kepada Anies lantaran ada dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta tersebut terkait kampanye Pemilu Serentak 2024 di luar jadwal.

"Kita hari ini melapor ke Bawaslu RI terkait dengan dugaan terjadinya kampanye terselubung yang dilakukan oleh Anies, pendukung Anies Baswedan di Kota Malang ya, Kota Malang.

Terjadi penyebaran tabloid di tempat-tempat ibadah," kata dia kepada wartawan, sebagaimana dilansir Tribunnews.com.

Adapun dalam laporannya ke Bawaslu, Kornas SPD turut menyertakan sejumlah bukti tabloid dalam bentuk fisik dan salinan digital, serta saksi-saksi yang diklaim mengetahui adanya penyebaran tabloid di tempat ibadah dan pasar di Kota Malang.

"Kami melihat bahwa ini menjadi salah satu poin pelanggaran karena tahapan pemilu kan sudah mau mulai," ujar Miartiko.

Sebelumnya, Anies Baswedan menyampaikan bahwa dirinya "siap" untuk maju sebagai calon presiden RI pada 2024 meskipun belum mengamankan tiket dari partai politik mana pun.

Dengan masa jabatan yang bakal habis bulan depan, Anies telah muncul dalam berbagai jajak pendapat lembaga survei independen sebagai kandidat terkuat yang bakal ikut mentas pada Pilpres 2024.

"Saya siap maju sebagai presiden seandainya ada partai politik mencalonkan," kata Anies kepada Reuters dalam wawancara di Singapura, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (16/9/2022).

 Menurut Anies, tidak tergabung sebagai kader partai politik membuatnya leluasa berkomunikasi dengan semua faksi.

"Survei-survei independen ini dilakukan sebelum saya bahkan berkampanye. Menurut saya, mereka memberi saya kredibilitas lebih," ungkap eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dugaan Kampanye Terselubung, Anies Baswedan Dilaporkan ke Bawaslu"

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved