Ngovi Tribun Timur

PTPN, Perusahaan BUMN Terbentuk Sejak Zaman Kolonial

PTPN ini agak sedikit berbeda dengan BUMN yang lainnya karena dia lahir dari sejak zaman kolonial.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
Tangkapan layar youtube Tribun Timur
Direktur PTPN XIV Tio Handoko dalam seri Ngobrol Virtual yang disiarkan live di YouTube Tribun-Timur.com, Senin (26/9/2022). Pada kesempatan ini Tio Handoko membahas tentang sejarah lahirnya PTPN. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV terus bertransformasi dari zaman kolonialisme.

Hal ini diakui Direktur PTPN XIV Tio Handoko dalam seri Ngobrol Virtual live di YouTube Tribun Timur, Senin (26/9/2022).

Tio menjelaskan PTPN telah lahir sejak zaman kolonial.

"Cerita sejarah PTPN Memang agak panjang ya, PTPN ini agak sedikit berbeda dengan BUMN yang lainnya karena dia lahir dari sejak zaman kolonial," ujar Tio Handoko.

"Saat itu memang betul-betul bangsa asing masuk ke sini, bermitra dengan raja yang ada di nusantara ya awalnya dari sana ya. Ada yang kalau di Sumatera terkenal dengan sawitnya kalau di Jawa dengan tebunya gitu," sambungnya.

Pasca kemerdekaan, perusahaan perkebunan ini akhirnya terus bertransformasi dan berganti nama.

"Sajak nasionalisasi pasca kemerdekaan, maka saat itulah mulanya disebut PNP. kemudian bermetamorfosa namanya menjadi PTP. Nah di tahun 1996 itu digabung dimerger beberapa PTP menjadi PTPN," jelasnya.

PTPN dikenal dengan pembagian wilayah hingga XIV.

Kemudian, seluruh PTPN ini dirangkul menjadi satu induk melalui PP 72

"PTPN XIV itu adalah bagian dari satu kesatuan bumi perkebunan. kita tahu bahwa perkebunan itu ada beberapa PTPN 1 sampai dengan 14 tetapi  sejak 2014 lahirnya PP 72  itu salah satu transformasi awal kita seluruh PTPN itu digabungkan menjadi holding perkebunan," jelasnya.

Perubahan ini dilakukan dengan melihat kebutuhan dan cakupan kinerja PTPN.

Tio pun tak menampik akan adanya perubahan dari PTPN yang semakin meluas.

"Nanti Akan ada perubahan lagi. Dibawah kepemimpinan Pak Erick Thohir melihat begitu dinamisnya perkebunan. Bahkan ada entity entity baru yang kita tawarkan," ungkapnya.

"Terutama yang kemarin ya untuk baterai dan sebagainya itu saya anggap sebuah kebanggaan walaupun kami orang perkebunan tetapi melihat BUMN terus bergerak dan memang bergerak itulah yang bisa mengadaptif, terutama di  kondisi seperti ini," sambungnya.

Saat ini PTPN XIV mengelola ribuan hektare lahan perkebunan di Sulsel.

Pengelolaan lahan ini menjadi bagian untuk memanfaatkan komoditas unggulan guna memajukan perekonomian negara.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved