Ferdy Sambo

Peran Sebenarnya Ipda Arsyad Dalam Kasus Ferdy Sambo, Disanksi Demosi 3 Tahun dan Ganjaran Lain

Sanksi itu dijatuhkan kepada Ipda Arsyad karena dinilai melakukan perbuatan tidak profesional dalam menangani kasus kematian Nofriansyah Yosua

Editor: Ansar
Kolase TribunTimur.com
Kolase Ipda Arsyad Daiva Gunawan dan Ferdy Sambo saat jabat Kadiv Propam Polri. Ipda Arsyad Daiva Gunawan adalah mantan Kasubnit I Unit I Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan,  kini disanksi demosi 3 tahun. Sanksi itu dijatuhkan kepada Ipda Arsyad karena dinilai melakukan perbuatan tidak profesional dalam menangani kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang perwira polisi bernama Ipda Arsyad Daiva Gunawan juga mendapat ganjaran tekait kasus Ferdy Sambo.

Ipda Arsyad Daiva Gunawan adalah mantan Kasubnit I Unit I Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan,  kini disanksi demosi 3 tahun.

Sanksi itu dijatuhkan kepada Ipda Arsyad karena dinilai melakukan perbuatan tidak profesional dalam menangani kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Bukan terlibat saat proses eksekusi Brigadir J, tapi Ipda Arsyad dinyatakan bersalah selama proses pengusutan Ferdy Sambo.

Arsyad dapat ganjaran hukuman demosi setelah menjalani sidang komisi kode etik Polri (KKEP) pada Senin (26/7/2022).

“Sanksi administratif berupa mutasi bersifat demosi selama 3 tahun semenjak dimutasikan ke Yanma (Pelayanan Markas) Polri,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).

Sidang KKEP juga menyatakan Arsyad melakukan perbuatan tercela.

Dia terbukti melanggar Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah Negara Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri juncto Pasal 5 ayat 1 Huruf C, Pasal 10 ayat 1 Huruf D dan Pasal 10 ayat 2 Huruf H Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

Selain sanksi demosi, Arsyad juga wajib meminta maaf secara lisan dan tertulis kepada institusi dan pimpinan Polri, serta menjalani pembinaan.

“Kewajiban pelanggar untuk mengikuti pembinaan mental kepribadian, kejiwaan, keagamaan dan pengetahuan profesi selama satu bulan,” ujar Nurul.

Atas keputusan ini, Arsyad menyatakan menerima dan tidak mengajukan banding.

Lantas, apa peran Ipda Arsyad sebenarnya dalam kasus kematian Brigadir J?

Datang pertama ke TKP

Peran Ipda Arsyad di kasus kematian Brigadir J terungkap baru-baru ini.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved