Ojol Day

Ojol Day, Kepala Dinas PU dan Dispora Makassar Malah Naik Mobil Pribadi ke Kantor Balai Kota

Pekan kedua Pemkot Makassar menjalankan kebijakan Ojol Day, sejumlah pegawai Pemkot Makassar tak patuh.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Puluhan kendaraan terparkir di Jl Balai Kota, Makassar, Selasa (27/9/2022). Pekan kedua Pemkot Makassar menjalankan kebijakan Ojol Day, sejumlah pegawai Pemkot Makassar tak patuh. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar menerapkan kebijakan Ojol Day bagi seluruh pegawai baik ASN maupun non ASN lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Ojol Day berlaku tiap Selasa atau sekali dalam sepekan guna menakan inflasi pasca kenaikan BBM.

Namun sayang, pekan kedua Pemkot Makassar menjalankan kebijakan tersebut, sejumlah pegawai Pemkot Makassar tak patuh.

Pantauan Tribun-Timur.com pukul 14.00-15.30 Wita kendaraan pribadi baik mobil maupun motor terparkir di sepanjang Jl Balai Kota.

Tak biasanya kendaraan roda empat terparkir penuh di Jl Balai Kota.

Kalaupun ada, Petugas Dinas Perhubungan langsung menggembok mobil-mobil tersebut karena bukan area parkir.

Namun pengamatan Tribun-Timur.com, petugas Dishub membiarkan kendaraan tersebut terparkir.

Bahkan, dua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlihat menggunakan kendaraan pribadi usai menghadiri kegiatan di Kantor Balai Kota.

Mereka ialah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Zuhaelsy Zubir dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Andi Pattiware.

Di halaman Kantor Balai Kota, parkiran kendaraan memang terlihat sepi, berbeda dengan jalan di samping Balai Kota yang terlihat padat karena puluhan roda dua dan roda empat terparkir di area tersebut.

Kondisi ini tentu berbeda dengan penerapan Ojol Day hari pertama atau pada Selasa lalu.

Lingkungan Kantor Balai Kota, baik di halaman maupun jalan-jalan di sekitarnya terlihat sepi dari kendaraan pribadi.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto juga sebelumnya telah menginstruksikan para pegawai, utamanya pejabat untuk menggunakan jasa ojol di Hari Selasa.

Mulai dari perjalanan ke kantor, perjalanan menuju agenda yang berkaitan dengan kedinasan hingga pulang kantor.

Ojol Day ini dinilai efektif untuk meminimalkan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Sehingga Danny Pomanto berharap bukan hanya pegawai lingkup Pemkot Makassar saja nanti yang akan menerapkannya, namun juga perbankan maupun pihak swasta.

"Kami berharap bisa dilaksanakan juga oleh pegawai maupun karyawan perbankan dan swasta bisa ikut menerapkannya. Misalnya Rabu untuk pegawai perbankan, Kamis pegawai swasta, Jumat untuk Pabrik di Makassar. Nah artinya setiap hari ada penghematan BBM di Makassar," tambahnya.

Dia meminta masyarakat untuk memberinya kesempatan melakukan evaluasi Ojol Day ini selama sebulan sebelum menetapkan kebijakan-kebijakan yang akan menopang program tersebut.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved