Musim Hujan

Musim Hujan di Maros Diprediksi Datang Lebih Awal Akibat La Nina dan IOD Negatif

Hal ini disampaikan oleh Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Maros, Rakhmat Prasetia, Selasa (27/9/2022).

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Ilustrasi cuaca. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan akan datang lebih awal dibanding musim hujan biasanya. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan akan datang lebih awal dibanding musim hujan biasanya.

Normalnya musim hujan terjadi dibulan November. 

Namun tahun ini BMKG memprediksi musim hujan akan datang lebih awal.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Maros, Rakhmat Prasetia, Selasa (27/9/2022).

Ia menuturkan, berdasarkan prakiraan BMKG musim hujan periode 2022-2023 di Maros akan terjadi pada dasarian II Oktober.

"Perkiraan kami itu akan maju lebih awal dibandingkan normalnya dibulan November. Itu akan terjadi di dasarian II Oktober," jelasnya.

Untuk penyebab musim hujan yang datang lebih awal atau lebih cepat disebabkan adanya kondisi global La-Nina.

Rakhmat menjelaskan kondisi global La-Nina masih terpantau dalam kategori ringan hingga sedang sampai akhir tahun.

Sehingga suhu muka laut cenderung lebih hangat dibandingkan biasanya. 

Juga ada fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) negatif. 

"Sehingga kombinasi dari kedua fenomena tersebut (La Nina dan IOD Negatif) diperkirakan akan berkontribusi dalam peningkatan curah hujan di Indonesia," paparnya.

Saat ini kata dia, sudah masuk musim peralihan atau masa pancaroba dari musim kemarau ke musim hujan.

"Kalau berdasarkan analisis curah hujan, kejadian hujan memang sering terjadi. Tetapi itu masih dibawah 50 milimeter per dasarian. Sehingga belum dikatakan masuk musim hujan. Baru masa transisi," katanya.

Untuk tanda musim peralihan itu ditandai dengan cuaca yang berubah-ubah.

Biasanya saat pagi hingga siang haru cuaca cerah dan sore hari terjadi hujan secara tiba-tiba.

Rakhmat pun mengimbau agar masyarakat bisa lebih tetap waspada dimusim pancaroba atau peralihan seperti yang terjadi saat ini.

"Pada masa transisi seperti ini memang hujan turun tidak merata dalam satu wilayah," pungkasnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved