Jokowi Sebut Tahun 2023 Ekonomi Dunia Bakal Gelap, Anggiat Sinaga: Berita Ini Sangat Bermanfaat

Pernyataan Jokowi tersebut ditanggapi berbagai pihak. Salah satunya dari Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan (Sulsel)

Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/RUDI
Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut tahun 2023 ekonomi dunia akan semakin gelap sebagai dampak perang Rusia dan Ukraina.

“Dunia sekarang ini pada posisi yang tidak gampang dan betul-betul sulit di mana tahun depan akan lebih gelap,” kata Jokowi, dikutip dari Kompas.com, Selasa (27/9/2022).

Pernyataan Jokowi tersebut ditanggapi berbagai pihak. Salah satunya dari Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga menyebut kabar tersebut menjadi alarm bagi semua pihak.

“Berita ini sangat bermanfaat diberitakan lebih awal agar menjadi alarm bagi semua pihak, terkhusus kepada pemerintah aagar mengerem kebijakan tidak pro untuk menjaga stabilitas,” kata Anggiat, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Selasa (27/9/222).

Anggiat berharap, perbankan jangan lagi langsung langsung menaikkan suku bunga perbankan.

“Karena kondisi juga belum jelas dan informasi  ini menjadi rujukan seperti apa arahan target capaian 2023,” sambungnya.

Dengan kondisi tersebut, Anggiat memprediksi tingkat hunian hotel di 2022 akan kembali jeblok.

Pasalnya, hotel membutuhkan kegiatan-kegiatan pemerintah untuk mengisi tingkat hunian.

“Bisa dipastikan tingkat huni 2023 akan jeblok kembali karena hampir semua hotel di Indonesia berharap dari kegiatan-kegiatan pemerintah dan didukung pertumbuhan ekonomi sebuah daerah. kalau ekonomi sebuah daerah pasti tingkat huni bergerak,” jelas Anggiat.

CEO Phinisi Hospitality Indonesia itu pun berharap ‘badai’ 2023 tidak seburuk yang diprediksi agar kesinambungan usaha tetap berjalan.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menyebutkan perang Rusia-Ukraina masih akan berlangsung lama.

Kesimpulan itu diambil Jokowi setelah dirinya bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu.

“Saya bertemu dengan Presiden Zelenskyy dan satu setengah jam berdiskusi, serta presiden Putin dua setengah jam berdiskusi, saya menyimpulkan perang tidak akan segera selesai, akan lama,” kata Jokowi dikutip dari Kompas.com.

Jokowi menuturkan, dengan konflik Rusia dan Ukraina yang terus berlangsung ini akan berdampak pada negera lainnya. 

Ia memperkirakan, tahun 2023 ekonomi dunia akan semakin gelap sebagai dampak perang Rusia dan Ukraina yang berlangsung sejak Ferbruari 2022.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved