13 Rekannya Tersangka Kasus Kematian Satpam, Mahasiswa Desak Kapolres Palopo Dicopot

Aksi mereka sebagai bentuk solidaritas terhadap 13 mahasiswa yang ditersangkakan oleh Polres Palopo.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/CHALIK
Mahasiswa demo di depan Kantor Polres Palopo, Jl Opu Tosappaile, Kelurahan Boting, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Selasa (27/9/2022). Mereka memprotes penetapan 13 mahasiswa sebagai tersangka dalam kasus kematian Satpam Kejari Palopo beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Puluhan mahasiswa demo di depan Kantor Polres Palopo, Jl Opu Tosappaile, Kelurahan Boting, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Selasa (27/9/2022).

Mahasiswa tersebut berasal dari berbagai kampus di Palopo.

Sebagian besar dari mereka merupakan mahasiswa baru.

Dalam aksinya itu, pendemo memprotes penetapan 13 mahasiswa sebagai tersangka dalam kasus kematian Satpam Kejari Palopo beberapa waktu lalu.

Menurut mereka, penetapan itu tidak sesuai prosedur yang ada serta mengancam iklim demokrasi Indonesia terkhusus di Palopo.

Wakil jenderal lapangan aksi, Yuli, menegaskan aksi mereka sebagai bentuk solidaritas terhadap 13 mahasiswa yang ditersangkakan oleh Polres Palopo.

"Aksi ini sebagai bentuk solidaritas kepada mahasiswa yang didiskriminalisasi oleh Polres Palopo," katanya.

Dalam orasinya, Yuli meminta Kapolres Palopo AKBP Muh Yusuf Usman dicopot dari jabatannya.

Juga mendesak Polda Sulsel mengevaluasi kinerja penyidik dan kasat Reskrim yang menangani kasus ini.

"Kami menolak kriminalisasi yang terjadi terhadap 13 mahasiswa yang dilakukan oleh Polres Palopo," tegasnya.

Sekedar informasi, kasus ini terjadi pada 21 Juli 2022 lalu.

Saat itu sekelompok mahasiswa melakukan demo di depan Kantor Kejaksaan Negeri Palopo dengan mengangkat sejumlah isu dugaan kasus korupsi.

Saat demo, pagar besi kantor tiba-tiba jatuh dan menimpa satpam.

Akibatnya satpam bernama Abdul Aziz meninggal dunia.

Akibat kejadian itu, 13 mahasiswa yang melakukan demo ditetapkan menjadi tersangka.

Sampai saat ini mereka masih ditahan di sel tahanan Polres Palopo.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved