Universitas Cokroaminoto

Universitas Cokroaminoto Makassar Kenalkan Teknik Cepat Hafal Alquran di Rumah Tahfiz

Teknik UCM mengombinasikan sistem audio (suara) dan video (gambar) yang dapat membantu anak didik lebih cepat menghafal Alquran.

Editor: Hasriyani Latif
UCM
Dosen Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM) menggelar program PKM di Rumah Tahfiz Balita dan Anak Ahlamy Kota Makassar. PKM bertajuk “Teknik Cepat dan mudah dalam menghafal Alquran berbasis multimedia ini menyasar anak usia 4-15 tahun. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM) memperkenalkan teknik cepat hafal Alquran kepada anak didik yang belajar pada rumah tahfiz.

Teknik yang mengombinasikan piranti multimedia ini menggunakan sistem audio (suara) dan video (gambar) yang dapat membantu anak didik lebih cepat menghafal ayat-ayat Alquran.

Program tersebut memperoleh bantuan dana bagi pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendik Ristek).

PKM tersebut dilaksanakan oleh Dwi Purnama Soiswaty selaku ketua dengan anggota Nur Ifna.

PKM tersebut bertajuk “Teknik Cepat dan mudah dalam menghafal Alquran berbasis multimedia pada anak usia 4-15 tahun di Rumah Tahfiz Balita dan Anak Ahlamy Kota Makassar.

Dwi Purnama Soiswaty menjelaskan pelaksanaan PKM ini dilaksanakan oleh rumpun ilmu dan Program Studi Teknik/Elektro berkolaborasi dengan Program Studi Agama Islam/Ekonomi Syariah.

PKM ini sejak Juni 2022 dimulai dengan pengambilan data. Pada 23 September 2022 dilaksanakan lokakarya, pelatihan, dan sosialisasi pada beberapa orang dan sejdeikitnya 48 murid.

“Pada awalnya peserta PKM ini hanya berkisar 20 orang, namun setelah melihat efektivitas hasil yang dicapai dan hasil pencarian santri baru berkembang menjadi 48 orang,” ujar Dwi Purnama Soiswaty via rilis ke Tribun-Timur.com, Senin (26/9/2022).

Menurutnya, teknik multimedia ini menggunakan sistem audio-video yang memberi kesempatan kepada anak didik dapat mendengar dan memahami bacaan satu sampai tiga ayat dalam waktu tertentu.

Bacaan dan video ini dapat distel oleh guru sebanyak tiga kali, kemudian anak-anak diberi kesempatan mengulangnya.

“Dulu sistem talaki (belajar langsung dan bertemu muka dengan guru atau pengajar) dengan cara guru yang membaca, murid mendengarkan. Namun cara ini dapat membuat anak-anak jenuh dan perkembangannya lambat," katanya.

"Progresnya bisa sampai dua bulan baru mampu menghafal satu surat. Namun dengan sistem multimedia ini, progresnya bisa lebih cepat di bawah satu bulan,” lanjutnya.

Dia mengemukakan, teknik multimedia ini sudah dilengkapi dengan menerbitkan administrasi pengelolaannnya, antara lain berupa absen guru dan murid, target yang harus dicapai.

Jadi mirip sebuah rapor, sehingga akan diketahui bagaimana perkembangan anak-anak dapat menghafal. Anak-anak membawa pulang rapor sebagai laporan kepada orangtua mereka.

“Juga disediakan hadiah sebagai motivasi kepada anak-anak,” ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved