Pilpres 2024

AHY Sindir Jokowi 'Gunting Pita' Ternyata Berdampak Buruk Menurut Pengamat, Bakal Dapat Ganjaran

Lucius Karus bereaksi setelah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bandingkan Jokowi dan SBY saat jadi Presiden RI.

Editor: Ansar
Kolase Tribunnews.com
Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhono dan Presiden RI Jokowi. Keterangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang membandingkan kinerja presiden Jokowi dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut membawa dampak buruk. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Keterangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang membandingkan kinerja presiden Jokowi dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut membawa dampak buruk.

Klaim data infrastruktur dan tudingan pemilu 2024 curang oleh AHY, justru akan merugikan Partai Demokrat secara elektoral.

Hal itu dikatakan Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus.

Lucius Karus bereaksi setelah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bandingkan Jokowi dan SBY saat jadi Presiden RI.

AHY menyampaikan,  pemerintahan era Jokowi hanya melakukan "gunting pita" lantaran hanya melanjutkan proyek pembangunan infrastruktur dari Presiden keenam RI.

Sementara itu, potensi adanya kecurangan Pemilu 2024 disampaikan oleh SBY.

Kedua pernyataan itu disampaikan pada Rapimnas Partai Demokrat beberapa waktu lalu.

"Saya kira klaim infrastruktur maupun terkait dengan dugaan pemilu curang sejauh ini tidak menguntungkan partai yang menyampaikan itu ke publik," kata Lucius, dalam Diskusi bertajuk 'Perang Klaim Infrastruktur dan Tudingan Pemilu Curang 2024', di D'Hotel, Jakarta, Sabtu (24/9/2022).

Selain itu, menurutnya klaim data infrastruktur yang disampaikan AHY justru akan berdampak negatif kepada dirinya sendiri.

Alih-alih mendapatkan simpati, namun justru menurutnya akan meningkatkan antipati terhadap AHY.

"Jadi buat saya secara politis klaim yamg disampaikan oleh Ketua Demokrat AHY itu justru berdampak negatif untuk dirinya," ujarnya.

"Alih-alih kemudian dengan itu dia bisa mengambil lebih banyak pendukung Jokowi untuk kemudian masuk dalam gerbong Partai Demokrat, dengan justru mengklaim sesuatu yang tidak sesuai fakta atau data, dia justru mungkin akan mendapatkan antipati dari pendukung Jokowi," imbuhnya.

Atas dasar itu, Lucius menyarankan agar Partai Demokrat menyusun ulang strategi pemenangan jelang Pemilu 2024.

Sebab, klaim data semata yang disampaikan AHY bisa mudah diserang balik.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved