Pameran Benda Pusaka

700 Benda Pusaka Mejeng di Pameran Benda Pusaka Bumi Lasinrang, Ada Keris hingga Rompi Perang

Terdapat 56 Komunitas dari berbagai daerah hingga provinsi yang turut berpartisipasi dalam memeriahkan pameran benda pusaka Bumi Lasinrang.

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NINING
Suasana pameran benda pusaka di Gedung PKK Pinrang, Jl Andi Makkulau, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/5/2022). Ada 700 jenis benda pusaka yang mejeng dalam pameran ini. 

TRIBUNPINRANG.COM, PINRANG - Ratusan benda pusaka dipamerkan di Gedung PKK Pinrang, Jl Andi Makkulau, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Pameran Pusaka Bumi Lasinrang itu digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu (23-25/9/2022). 

Benda pusaka yang dipamerkan beragam jenis. Mulai dari keris, badik, tombak, hingga rompi perang. 

Pameran pusaka ini menarik minat pengunjung mulai dari kalangan anak-anak hingga orang tua.

"Ada 700 jenis benda pusaka dalam pameran kali ini," kata Ketua Panitia Pameran Pusaka Andi Pallawagau Kerrang, Sabtu (24/9/2022). 

 

Dikatakan, 700 jenis benda pusaka ini merupakan koleksi berbagai komunitas. 

"Terdapat 56 Komunitas dari berbagai daerah hingga provinsi yang turut berpartisipasi dalam memeriahkan pameran pusaka Bumi Lasinrang ini," ucapnya. 

"Ke 56 komunitas itu dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Bahkan ada dari Palu dan Kalimantan," sambungnya. 

Andi Pallawagau juga membeberkan jenis keris yang ada di pameran benda pusaka

Mulai dari keris lamba 2 sampai lamba 14. Adapula geco dan sapukala. 

"Adajuga pusaka yang kita kasi turun yang dibungkus emas," ujarnya. 

Dia berharap benda-benda pusaka ini bisa dipamerkan hingga ke kancah internasional.

"Kami ingin memperkenalkan ke dunia bahwa benda-benda pusaka di Indonesia punya berbagai makna dan sejarah," bebernya. 

Andi Pallawagau juga berharap pemerintah Kabupaten Pinrang lebih memperhatikan benda-benda pusaka ini. 

"Jujur saja, kami membutuhkan museum untuk menyimpan benda-benda ini. Selain itu, lewat benda pusaka ini, anak-anak sejak dini diperkenalkan. Mulai dari bagaimana mencintai benda pusaka dan bagaimana merawatnya," imbuhnya.(*)

Laporan Wartawan Tribunpinrang.com, Nining Angreani

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved