Sekda Halmahera Barat: Pesisir Jailolo Sarangnya Tuna, Bobara dan Tenggiri Maluku Utara

Keanekaragaman hayati pesisir, dan biota laut dalam di perairan Halmahera, masih terjaga dan dikawal para nelayan tradisional.

Editor: Sudirman
dokumen tribun timur
Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Barat Syahrir Abdul Razak 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Barat Syahrir Abdul Razak mengajak anglers (petualang pemancing ikan laut) Nusantara untuk menjajal hela naro ratusan jenis ikan pelagis dan ikan dasaran di pesisir dan perairan Jailolo, di barat Pulau Halmahera, Maluku Utara.

"Jailolo itu sarangnya Tuna, Cakalang, Bobara, Tenggiri atau Garopa (kerapu) di Maluku Utara," ujar Syahrir kepada TribunTernate.com dalam perjalanan laut ke Pelabuhan Jailolo, Halbar, Sabtu (24/9/2020) pagi.

Menurutnya, keanekaragaman hayati pesisir, dan biota laut dalam di perairan Halmahera, masih terjaga dan dikawal para nelayan tradisional.

Meski, katanya, industri jasa penunjang seperti kapal charter belum begitu modern seperti di Jawa, Sumatera dan Sulawesi, namun keramahan nelayan Jailolo akan sangat membantu para petualang pemancing ikan pelagis.

Warga Jailolo bisa menyiapkan jemputan, atau angkutan umum dari Pelabulan Jailolo, ke sejumlah area pemancingan di Teluk Jailolo dan Teluk Kao di timur Halmahera.

"Memang sejak harga BBM ini naik awal September, jarak pemancing lebih dekat, namun mereka punya banyak spot san rumpon tradisional," ujar sekda sedekade ini.

Ada puluhan spot memancing ideal di sekitar Teluk Jailolo.

Pesisir pantai barat Halmahera adalah pemukiman nelayan tradisional Jailolo.

Abubakar Poli (63), nelayan Tradsional dari Desa Maramabati, Kecamatan Jailolo, menyebut ikan pelagis dan dasaran menyebar di sepanjang Pantai Maramabati hingga Kecamatan Sahu.

Spot pemancingan antara lain sebelah barat Teluk Jailolo, ada gugus karang Pulau Babua, gususan Pulau karang Balisa, Kailupa, Maramabati, Tanjung Saria, Tanjung Kaetkaet, muara Sungai Lako Akediri, Teluk Sahu, Tanjung Disa, hingga Tanjung Taruba.

"Kalau Tuna itu tuga-tiga bulan masuknya. Januari hingga Maret, lalu masuk lagi Juni hingga Agustus. Tapi kalau Bobara, Garopa atau ikan (kakap) Merah, sapanjang tahong," kata nelayan tradisional kelahiran Pulau Sanger, utara Sulawesi ini.

Bagi nelayan pesisir Halmahera, dan Ternate, aktivitas memancing disebut dengan mangail.

Untuk strike atau saat ikan menarik mata pancing, mereka sebut dengan Hela.

"Kalau orang Ternate, Maitara dan Moti bilang Naro, orang Tidore bilang Tuwo," ujar penyedia jasa carter memancing di pesisir Marimabati ini.

Jenis ikan pelagis di perairan Jailolo antara lain; ikan bubara, Tenggiri, tuna, cakalang, madidihang, ikan merah, goropa atau kerapu dan Bai, aneka jenis ikan putih."

Dari Ternate ke Jailolo, lebih cepat menggunakan transportasi laut.

Bisa dari pelabuhan Ahmad Yani dan Pelabuhan Dufa-Dufa.

Jenis kapal pengangkut ada speed boat dengan tarif Rp 85 ribu, durasi 1 jam perjalanan.

Untuk kapal kayu dengan dua jam perjalanan tarifnya Rp45 ribu hingga Rp50 ribu. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved