MUI Sulsel

MUI Sulsel Gelar Seminar Nasional Ekonomi Syariah Sekaligus Launching Klinik Bisnis Syariah

Ekonomi syariah bukan hanya dakwah, mimbar atau diskusi, tapi MUI Sulsel memfasilitasi bagaimana mengelola bisnis syariah.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/FAQIH IMTIYAAZ
Seminar Nasional Ekonomi Syariah MUI Sulsel dirangkaikan dengan launching Klinik Bisnis Syariah di Kampus UIM, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sabtu (24/9/2022). Seminar yang diikuti ratusan mahasiswa ini mengangkat tema Bank Syariah Dalam Memperluas Akses Permodalan UMKM. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar seminar nasional tentang ekonomi syariah di Kampus Universitas Islam Indonesia (UIM), Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sabtu (24/9/2022).

Seminar ini mengangkat tema "Bank Syariah Dalam Memperluas Akses Permodalan UMKM".

"Ini acara kedua yang kami laksanakan setelah pergantian Pengurus MUI. Tahun lalu di Best Western pesertanya hanya 60-an. Tapi tahun ini meningkat menjadi 200-an," ujar Ketua Panitia Baidillah Sahabuddin.

Sebagai pembicara dari MUI ada Prof HM Arifin Hamid dan Sanusi Fattah.

Kemudian ada CEO BSI Regional XI Makassar Ficko Hendrowiseto serta Owner King Fish H Muh Rusmin.

"Kami melakukan seminar literasi dengan tema perbankan. Kegiatan kami sesuai program berjalan full. Secara konseptual, dai, dan mimbar, MUI mempersiapkan semuanya," ujar Prof HM Arifin Hamid.

"Tahun ini kita semakin meningkat, ekonomi syariah bukan hanya dakwah, mimbar atau diskusi. Tapi MUI memfasilitasi bagaimana kalau kita mau kelola bisnis syariah," sambungnya.

Seminar nasional ini diikuti ratusan mahasiswa. Tak hanya dari kampus di Makassar, mahasiswa pertukaran pelajar se-Indonesia juga turut hadir berbagi ilmu. Ia pun ingin mahasiswa bisa menjadi duta ekonomi syariah.

"Ini betul-betul nasional karena pembicara dan peserta dari Sabang sampai Merauke. Diruangan ini ada mahasiswa dari 60 kampus se-Indonesia," tutur Rektor UIM Majdah M Zain.

"Kita patut memberi support, jangan sampai umat muslim yang anti syariah. Perlu memang adanya sosialisasi, dan mahasiswa bisa menjadi duta ekonomi syariah bagi masyarakat," lanjutnya.

Klinik Bisnis Syariah

Pada kesempatan ini, MUI Sulsel juga meluncurkan Klinik Bisnis Syariah sekaligus melantik pengurusnya. Klinik ini akan menjadi pusat pengembangan bisnis syariah.

Nantinya, masyarakat bisa belajar mengelola bisnis syariah lewat Klinik Bisnis Syariah.

"Kami MUI bukan hanya dakwah, kita punya praktisi, ulama, dan kliniknya. Di Sulsel cukup memprihatinkan ekonomi syariah, 10 tahun terakhir tdak ada pertumbuhan. Kini, Umat islam harus memberikan support penuh terhadap ekonomi syariah," jelas ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) MUI Sulsel ini.

Klinik Bisnis Syariah dipimpin Sanusi Fattah. Majdah M Zain turut mengapresiasi hadirnya pusat pengembangan bisnis syariah.

"Klinik ini bisa menjadi inkubasi yang memajukan ekonomi syariah di Sulsel," ujarnya.

Ia menyebut sebagai negara mayoritas muslim maka prinsip syariah perlu diusung.

"Sekitar 86 persen masyarakat Indonesia adalah muslim. Maka seyogyanya prinsip Islam dijalankan dari berbagai sendi kehidupan termasuk bisnis dan ekonomi," jelasnya.

"Menjalankan prinsip syariah dalam bisnis bisa mereduksi prinsip riba. Maka ini jalan menuju surga dan kebahagiaan," lanjutnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved