Coreng Institusi Polri, Oknum Polisi Polda Sumsel Pemilik Tempat Penimbun Solar Ilegal di Palembang

Oknum anggota polisi Palembang menambah deretan ulah anggota Korps Bhayangkara mencoreng nama Institusi Polri pada tahun 2022 ini

Editor: Ari Maryadi
(Sumber: KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)
Lokasi kebaran yang diduga gudang minyak ilegal berada di Jalan Mayjen Satibi Darwis, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan terbakar, Kamis (22/9/2022). (Sumber: KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA) 

TRIBUN-TIMUR.COM -- Oknum anggota polisi jadi pemilik gudang penimbunan bahan bakar minyak atau BBM ilegal di Palembang Sumatera Selatan.

Oknum anggota polisi itu menambah deretan ulah anggota Korps Bhayangkara mencoreng nama Institusi Polri pada tahun 2022 ini.

Sejauh ini kasus pembunuhan Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo belum usai.

Kemudian ada pula kasus mantan Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon terseret kasus dugaan suap paket pekerjaan proyek bermasalah di Dinas PUPR Musi Banyuasin tahun 2019.

Lalu ulah oknum polisi memukul dan mengancam perempuan paruh baya di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Ulah Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo mencoreng citra institusi Kepolisian Republik Indonesia atau Polri dalam tiga bulan terakhir ini.

Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei persepsi publik terhadap kasus mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo.

Hasilnya, persepsi publik terhadap penegakan hukum memburuk berkat isu Sambo.

Sebuah gudang tempat penimbunan bahan bakar minyak atau BBM ilegal jenis solar yang mengalami kebakaran di Palembang, Sumatera Selatan, ternyata milik anggota polisi.

Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Kamis (22/9/2022) itu tepatnya terjadi Jalan Mayjen Satibi Darwis, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi membenarkan terkait informasi tersebut, bahwa lahan yang dijadikan gudang itu milik polisi berinisial SP yang berdinas di Polda Sumsel.

Menurut Kompol Tri Wahyudi, SP menyewakan lahan tersebut kepada seorang bernama Baron untuk dijadikan gudang penampungan BBM jenis solar.

“Lahannya memang milik anggota polisi namun disewakan kepada orang lain untuk mengepul minyak,” kata Tri dikutip dari Kompas.com pada Jumat (23/9/2022).

Tri menjelaskan kronologi peristiwa kebakaran itu berawal ketika salah seorang pekerja sedang melakukan bongkar muat BBM dari mobil tangki menggunakan mesin penyedot.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved