PAKIN

Menakar Kekuatan Js Erfan Sutono, Tokoh Muda Khonghucu Calon Kuat Ketua PAKIN

Kongres Nasional II Pemuda Agama Khonhucu Indonesia (PAKIN) direncanakan 29-30 Oktober mendatang di Jakarta.

Menakar Kekuatan Js Erfan Sutono, Tokoh Muda Khonghucu Calon Kuat Ketua PAKIN
DOK PRIBADI
Js Erfan Sutono, Tokoh Muda Khonghucu. Ia mengaku siap bertarung menjadi Katua PAKIN pada kongres kedua bertajuk Memperkokoh Semangat Pembinaan Diri dan Persatuan Pemuda di Era Digital.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kongres Nasional II Pemuda Agama Khonhucu Indonesia (PAKIN) direncanakan 29-30 Oktober mendatang di Jakarta.

Sulawesi Selatan (Sulsel) punya satu calon kuat digadang-gadang siap bertarung pada kongres tersebut.

ialah Js Erfan Sutono. Ia mengaku siap bertarung menjadi Katua PAKIN pada kongres kedua bertajuk Memperkokoh Semangat Pembinaan Diri dan Persatuan Pemuda di Era Digital.

Saat dikonfirmasi, Erfan Sutono mengatakan, kesiapan dirinya untuk maju di kongres nanti.

Terlebih, kata Erfan Sutono, dia sudah mengantongi dukungan dari DPW dan DPD PAKIN yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.

"Banyak teman- teman DPW dan DPD yang sudah menyatakan kesiapan memberikan surat rekomendasi sebagai syarat pendaftaran dan menyatakan dukungan penuh pada saat Kongres nanti. Pemuda Khonghucu harus terus maju, tangguh dan tanggap tehadap isu- isu sosial kemasyarakatan di Negara Indonesia," jelasnya, Jumat (23/9/2022).

Erfan menambahkan, semangat kebhinekaan harus tetap dimiliki setiap kader PAKIN di Indonesia.

Sehingga tidak boleh lagi ada tanggapan bahwa merasa pemuda khonghucu bukan bagian dari rumah besar bangsa Indonesia.

"Seperti sabda Nabi Khong Zi dalam Kitab Meng Zi yang mengatakan, tanah air harus dijaga dari generasi ke generasi, tidak boleh ditinggalkan sekedar pertimbangan pribadi. Bersiaplah untuk mati, tetapi jangan pergi.” ujarnya.

Erfan menjelaskan PAKIN telah melalu sejarah dan perjuangan panjang di Indonesia.

Organisasi kepemudaan khonghucu Indonesia telah dirintis sejak berdirinya Kongjiao Hui (Khong Khauw Hwee) Majelis Agama Khonghucu di Solo pada tahun 1918 dengan nama Qinnian Hui.

Pasca itu, pun didirikan Qinnian Hui di beberapa kota bersamaan dengan Kongjiao Hui Majelis Agama Khonghucu di beberapa kota besar Indonesia

"Ada di Kota Bandung, Semarang, Cirebon, Surabaya, Malang, Ujung Pandang dan beberapa kota lainnya di Nusantara. Kemudia pada tahun 1969 di Kota Solo, saat diselenggarakan Musyawarah Kerja Nasional II Rohaniwan Agama Khonghucu se- Indonesia, telah didirikan organisasi Gabungan Pemuda Agama Khonghucu Indonesia yang disingkat GAPAKIN," tutup Erfan Sutono. (*)

Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved