Jelang Hari Tani, Petani Sinjai Desak Pemerintah Turunkan Harga Pupuk

Sejumlah petani di daerah tetsebut mengungkap ditengah naiknya sejumlah kebutuhan bahan pokok semakin membuat petani makin sulit.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Area sawah di wisata Barania, Kecamatan Sinjai Barat. 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI SELATAN - Petani di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan berharap kepada pemerintah agar memiliki perhatian serius memperjuangkan mereka.

Sejumlah petani di daerah tetsebut mengungkap ditengah naiknya sejumlah kebutuhan bahan pokok semakin membuat petani makin sulit.

Masalah yang dihadapi oleh petani adalah mahalnya harga pupuk, bibit padi yang mereka tanam memiliki kualitas rendah.

Selain itu kerap anjloknya harga gabah dan harga porang.

" Melalui momentum Hari Tani Nasional (besok) kami minta pemerintah memikirkan kesejahteraan kami, seperti harga pupuk makin mahal setiap tahun dan harga gabah tidak naik bahkan anjlok," kata salah seorang petani di Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan, Muh Kamal, Jumat (23/9/2022).

Naiknya harga BBM membuat buruh petani makin tak berdaya.

Terpisah salah seorang wanita tani di Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, Rukmini berharap agar pemerintah dapat mengangkat nilai gabah.

" Kalau bisa Pak Presiden angkatlah nilai gabah kami. Dari tahun ke tahun, nilai gabah kami tidak naik-naik, padahal bahan pokok lainnya makin naik," kata Rukmini.

Belum lagi masalah bencana pandemi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan yang terus mengancam keselamatan ternak sapi masyarakat di daerah itu.

Di Kabupaten Sinjai terdapat 112  ekor sapi sudah positif terkena penyakit tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved