Duduk Perkara Kasus Sudrajad Dimyati Hakim Agung yang Ditangkap KPK, Libatkan 44.000 Anggota KSP

Ternyata, kasus yang menyeret Sudrajad Dimyati juga melibatkan 44.000 anggota koperasi hingga menyebabkan kerugian besar.

Editor: Ansar
Kolase Kompas.com
Hakim Agung Sudrajad Dimyati kini menyandang status sebagai tersangka kasus dugaan suap dan pungutan liar terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). 

"Ada hal yang mengejutkan. Saat proses tahapan pembayaran homologasi yang kami terima, terdapat putusan pailit dari Mahkamah Agung terhadap KSP Intidana," kata Agus Santoso saat teleconference, Kamis (23/6/2022).

Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah kemudian kirim surat kepada Mahkamah Agung untuk meminta perlindungan hukum.

Meski begutu, ia juga menghormati putusan pengadilan.

"Koperasi dengan jumlah sekitar 44.000 anggota. Maka dari itu kami mencoba menyampaikan suara dan harapan dari anggota, bahwa putusan kepailitan itu sejauh mungkin melindungi hak-hak anggota selaku penyimpan," katanya,

Agus mengatakan, pihaknya kirim surat untuk dijadikan bahan pertimbangan oleh Mahkamah Agung.

Agus lalu  dapat laporan dari perwakilan anggota dari KSP Intidana Semarang, jika pengurus akan mengajukan permohonan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung.

"Selama itu dalam koridor sistem hukum, untuk mencari keadilan, kami tidak bisa menghalangi. Ituu adalah hak dari para pencari keadilan untuk mendapat perlindungan hukum," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Koperasi dan UKM sedang menyelesaikan permasalahan sejumlah koperasi bermasalah. 

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, pihaknya menangani delapan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) besar yang bermasalah.

Total nilai kerugian masyarakat yang ditimbulkan dari KSPP bermasalah mencapai Rp26 triliun.

"KemenKopUKM sedang menangani delapan KSP bermasalah dengan total kerugian mencapai Rp26 triliun," kata MenKopUKM Teten Masduki.

Hal itu disampaikan Teten dalam pembukaan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan (Rakortekcan) Bidang Koperasi, UMKM dan Kewirausahaan Tahun 2022 di Bali, Senin (20/6/2022).

Permasalahan tersebut muncul lantaran sejumlah pengelola KSP masih memiliki pola berfikir lemah.

Hal tersebut ditandai dengan minimnya pemanfaatan teknologi canggih demi mengembangkan bisnis.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved