Larissa Chou

Karir Rio Haryanto, Mantan Pebalap F1 Indonesia yang Dikabarkan Segera Nikahi Larissa Chou

Yusuf adalah putra ALvin Faiz dan Larissa Chou sebelum keduanya memutuskan untuk berpisah.

Editor: Muh. Irham
MANOR GRAND PRIX RACING LTD
Pebalap Manor Racing asal Indonesia, Rio Haryanto. Rio dikabarkan akan menikahi Larissa Chou 

TRIBUN-TIMUR.COM - Mantan pebalap F1 asal Indonesia, Rio Haryanto tiba-tiba menjadi buah bibir. Ia dikabarkan segera menikahi mantan istri Muhammad Alvin Faiz, Larissa Chou.

Kabar mengenai Larissa Chou segera menikah diungkapkan oleh Hanny Kristianto, sahabat almarhum Ustadz Arifin Ilham, ayah kandung Alvin Faiz.

"Insya Allah sebentar lagi Yusuf punya papa baru yang nggak perlu orang lain tau," ucap Hanny Kristianto.

Yusuf adalah putra ALvin Faiz dan Larissa Chou sebelum keduanya memutuskan untuk berpisah.

Hingga berita ini ditulis, baik pihak Larissa maupun Rio belum memberikan konfirmasi lebih lanjut.

Lalu bagaimana sosok Rio Haryanto yang dikabarkan segera menikahi Larissa Chou?

Rio Haryanto lahir di Solo, 22 Januari 1993.

Orang tua Rio Haryanto bernama Sinyo Haryanto dan Indah Pennywati.

Dikutip dari Tribun Wiki, Rio Haryanto merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.

Ketiga kakaknya antara lain Roy Haryanto, Ricky Haryanto, dan Ryan Haryanto.

Tak hanya Rio Haryanto, ternyata ayah dan ketiga kakaknya juga pernah berkiprah menjadi pebalap.

Ayah Rio Haryanto turut serta di ajang balapan hingga 2003, kemudian Roy Haryanto pernah mengikuti Formula Atlantik tahun 1998.

Sementara itu, Rian Haryanto membalap di Formula Asia.

Ricky Haryanto juga sempat berkompetisi di dunia balap.

Perjalanan karier

Rio mulai mengendarai gokart dan meniti karier balap tahun 1999 saat berusia enam tahun.

Di tahun yang sama, ia menjuarai kadet gokart nasional.

Rio pun mendapat penghargaan dari Ikatan Motor Indonesia sebagai best Gokart pada 2005 dan 2006.

Tak sampai di situ, ia juga memenangkan seri pertama Kejuaraan Asia Karting Terbuka yang digelar di Sirkuti Guia, Makau pada Juni 2008.

Rio berkarier di gokart lebih dari tujuh tahun sebelum akhirnya pindah ke Formula Asia Renault dan Formula Asia 2.0.

Tahun berikutnya, ia berkompetisi di Formula BMW Pasific.

Rio pun memenangkan enam seri, naik podium empat belas kali, dan menjuarai Formula BMW Pacific 2009.

Rio Haryanto mulai mengendarai gokart dan meniti karier balap tahun 1999 saat berusia enam tahun. (dok pribadi)
Naik kelas ke GP3 dan GP2

Pada 2010, Rio naik kelas ke GP3 Series bersama Manor Racing setelah mendapat beberapa sponsor.

Ia meraih podium perdananya di Turki.

Rio kembali meraih podium, kali ini di Silverstone dan Monza.

Di Monza, ia mendapat podium dua dan tiga.

Rio pun mendapat penghargaan sebagai The Best Driver Manor Racing.

Ia juga mendapat kemenangan beruntun di Nurburging dan Hungaroring pada Juli 2011.

Dengan hasil tersebut, Rio berhasil mendapat penghargaan The Best Win of Season GP3 Series 2011.

Rio debut di GP2 Series pada 2011 bersama DAMS pada final musim nonkejuaraan.

Pada 2012, ia baru membalap secara penuh di Tim Carlin bersama Max Chilton, rekan setimnya.

Rio pun berhasil mencetak fastest lap sekali dan pole position.

Finish terbaiknya ada di feature race Valencia, berada di posisi kelima.

Ia mengakhiri musim debut di posisi ke-14.

Rio mengakhiri musim di peringkat keempat dengan 138 poin.

Jadi pebalap F1

Rio menjadi pebalap kedua dari Manor Racing untuk musim 2016.

Ia merupakan satu-satunya pebalap Asia di F1 pada musim itu.

Namun, debutnya di F1 kurang beruntung lantaran pernah bertabrakan saat sesi latihan di GP Australia.

Ia juga tidak dapat menyelesaikan balapan karena masalah drive link pada lap ke-18.

Rio pun menjadi pebalap kedua yang dieliminasi dari kualifikasi GP Bahrain.

Ia juga terpaksa gagal finish pada GP Rusia.

Akhirnya, Rio digantikan Esteban Ocon dan terpaksa undur diri dari F1.

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved