Pengeroyokan

6 Orang Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan yang Tewaskan Bocah 12 Tahun

Enam pengeroyok anak di bawah umur ditetapkan tersangka oleh penyidik Reskrim Polres Pelabuhan Makassar.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/MUSLIMIN EMBA
Wakapolres Pelabuhan Makassar Kompol Mutalib saat merilis kasus pengeroyokan di Mapolres Pelabuhan Makassar, Kamis (22/9/2022) siang. Sebanyak enam orang yang merupakan penganiaya DP ditetapkan sebagai tersangka. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Enam orang ditetapkan tersangka oleh penyidik Reskrim Polres Pelabuhan Makassar atas kasus pengeroyokan yang menewaskan anak di bawah umur.

Keenam tersangka berinisial WA (50), RA (27), HR (46), S (36), N (39), dan NM (30).

Para pelaku menganiaya DP (12) di atas KM Dharma Kencana VII saat berlayar dari Pelabuhan Surabaya ke Makassar, 25 Juni 2022.

"Ada enam tersangka yang ditetapkan oleh penyidik," kata Wakapolres Pelabuhan Makassar Kompol Mutalib saat merilis kasus itu di Mapolres Pelabuhan Makassar, Kamis (22/9/2022) siang.

Muttalib menjelaskan para tersangka dijerat pasal 76C Jo Pasal 80 ayat (3) undang-undang RI No 35 tahun 2014, tentang perlindungan anak Jo Pasal 55 KUHPidana.

"Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun," jelas Muttalib didampingi Kasi Humas Polres Pelabuhan Makassar Iptu Burhanuddin dan KBO Reskrim Iptu Tumijan.

Adapun berang bukti yang diamankan berupa satu celana pendek bermotif loreng warna abu-abu, jaket warna abu-abu.

Selain itu juga diamankan celana jens pendek warna biru, baju warna abu-abu, tali rafiah, dan tali nilon.

"Saat ini keenam tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pelabuhan Makassar guna proses hukum selanjutnya, " sebut Muttalib.

Selain enam pelaku yang berstatus sipil, tewasnya DP juga diduga melibatkan dua oknum TNI AL.

Sekadar diketahui, bocah malang DP tewas dianiaya setelah dituduh mencuri ponsel oleh salah satu penumpang.

Terungkapnya kasus itu, setelah KM Dharma Kencana VII sandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, 1 Juli lalu.

DP tewas dengan luka lebam di sekujur tubuhnya setelah dituduh mencuri ponsel.

Belakangan, ponsel itu diduga milik Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kendal Rusdedy.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved