PSM Makassar

PSM Makassar Harap Hukuman ke Wiljan Pluim Dikurangi Dua Laga, Appi: Ini Terlalu Berlebihan

Pasalnya tenaga Pluim sangat dibutuhkan oleh PSM Makassar untuk menghadapi lawan-lawan berikutnya di Liga 1 2022/2023.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Muh. Irham
MO PSM MAKASSAR
Gelandang serang PSM, Willem Jan Pluim yang harus kena sanksi lima laga tak boleh bermain. Diketahui Manajemen PSM Makassar masih menunggu hasil keputusan Komite Banding PSSI terkait pengajuan keberatan sanksi terhadap Willem Jan Pluim. Direktur Utama PSM, Munafri Arifuddin menjelaskan, memori banding sudah disampaikan sejak PSM menerima sanksi tersebut.   

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Manajemen PSM Makassar menyatakan menerima hukuman denda sebesar Rp 120 juta dari Komdis PSSI. Namun, hukuman untuk Wiljan Pluim agar tidak bermain di lima laga, diminta agar ditinjau kembali.

Pasalnya tenaga Pluim sangat dibutuhkan oleh PSM Makassar untuk menghadapi lawan-lawan berikutnya di Liga 1 2022/2023.

Terdekat, PSM Makassar akan menantang tuan rumah Persis Solo pada, Kamis (29/9/2022) mendatang. Setelah itu, berangkat ke Banjarmasin untuk menghadapi Barito Putera

Jika merunut dari sanksi dari Komdis PSSI, Pluim tidak bisa dimainkan saat PSM Makassar bertemu Persis Solo. Namun saat menghadapi Barito Putera, Pluim bisa dimainkan.

Pasalnya, laga tersebut merupakan laga tunda saat PSM Makassar mengikuti turnamen AFC Cup 2022/2023.  Penundaan dilakukan sebelum sanksi diberikan kepada Pluim.

"Kalau masalah denda Rp 120 juta, kami terima. Yang kami ingin banding adalah, sanksi lima pertandingan terhadap Willy (Pluim). Kami minta agar sanksi tersebut dikurangi," kata Direktur Utama PSM Makassar Munafri Arifuddin, kemarin.

Ia mengatakan surat permohonan banding telah dikirimkan ke Komite Banding PSSI.

Dalam surat (Komdis PSSI) denda karena terlambat dan teriakan dari suporter juga tidak bisa dibanding. Yang bisa dibanding hanya masalah Willy (Wiljan Pluim) itu.

Pria yang biasa disapa Appi tersebut menambahkan, hukuman terhadap Pluim sangat berlebihan dan terkesan tidak adil.

"Ada beberapa hal yang kita ajukan banding termasuk juga keterangan dari Willy (Wiljan Pluim) kenapa dia melakukan itu. Di dalam surat banding kita itu juga mengatakan bahwa perbuatannya itu memang diakui tidak diperbolehkan, tapi tidak harus mendapatkan sampai 4 kali pertandingan juga," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved