Pemilihan Kepala Desa

Tahapan Pendaftaran Cakades di Maros Kemungkinan Diperpanjang, Ada Desa yang Belum Punya Cakades

Ia menjelaskan hingga saat ini tercatat ada 49 Cakades yang telah mendaftarakan dirinya mengikuti konstestasi Pilkades 17 November mendatang.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Muh. Irham
ist
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Maros Idrus. Tahapan pemilihan kepala desa di Maros terancam molor lantaran ada desa yang belum memiliki cakades sama sekali 

MAROS, TRIBUN-TIMUR.COM - Masa pendaftaran calon kepala desa di Kabupaten Maros terancam bakal diperpanjang. Ini terjadi lantaran Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili belum memiliki calon kepala desa (Cakades) sama sekali.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Maros, Muhammad Idrus, mengatakan pendafatan bakal calon berlangsung hingga tanggal 22 September.

“Namun akan kita perpanjang selama tiga hari hingga ada yang mendaftar,” katanya, Selasa, (20/9/2022).

Selain Desa Purnakarya ada juga desa yang masih minim pendaftar.

“Desa Taneta 1 orang, Desa Toddopulia 1 orang, Desa Petanyamang 1 orang, Desa Sudirman 1 orang,” rincinya.

Ia menyebutkan Cakades tiap desa minimal berjumlah dua orang dan maksimal lima orang.

Ia menjelaskan hingga saat ini tercatat ada 49 Cakades yang telah mendaftarakan dirinya mengikuti konstestasi Pilkades 17 November mendatang.

“Terbanyak ada 5 Cakades di desa Toddolimae, 5 Cakades Bontomanurung, Batu Putih 5 Cakades, dan Salenrang 5 Cakades,” hitungnya.

Pihaknya berharap, belum terpenuhinya kuota cakades tidak menghalangi tahapan selanjutnya. 

“Sehingga, proses Pilkades bisa terlaksana dengan lancar sesuai jadwal dan tahapan,” tutupnya.

Enam belas desa yang akan menggelar kontestasi adalah Timpuseng, Cenrana, Bontotallasa, Tanete, Sudirman, Toddopulia, Purnakarya, Benteng Gajah, Toddolimae, Bontomatinggi, Bontomanurung, Tupabiring, Marannu, hingga Tellumpanuae.

Bupati Maros,Chaidir Syam, berharap proses pendaftaran berjalan on the track.

 “Sementara untuk daerah yang rawan terus kita pantau,“ ujarnya.

Alumni Ilmu Pemerintahan Unhas itu juga mengimbau para calon kades nantinya bisa bermain adil.

“Kita harus belajar dari kabupaten lain yang telah melakukan pilakdes. Memang gesekan saat pilkades kerap terjadi, karena antara calon dengan masyarakat sangat dekat,” tutupnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved