Bawaslu Maros

Bawaslu Maros Temukan Warga yang Telah Meninggal Dunia Masih Terdaftar lindungihakmu.kpu.go.id.

Hasil Uji Petik Bawaslu Maros menyebutkan masih terdapat pemilih yang berstatus Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan kategori meninggal dunia

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Muh. Irham
Tribun Maros/Nurul Hidayah
Rapat Forum Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2022 yang dilaksanakan di Aula Kantor KPU Maros, Selasa (20/9/2022). Bawaslu menemukan ada 16 warga yang sudah meninggal dunia namun masih terdaftar di sistem lindungihakmu.kpu.go.id 

MAROS, TRIBUN-TIMUR.COM - Hasil Uji Petik Bawaslu Maros menyebutkan masih terdapat pemilih yang berstatus Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan kategori meninggal dunia terdaftar di dalam lindungihakmu.kpu.go.id. 

Hal itu diungkapkan Komisioner Bawaslu Maros, Gazali Hadis pada Rapat Forum Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2022 yang dilaksanakan di Aula Kantor KPU Maros, Selasa (20/9/2022).

Ia merinci pemilih TMS kategori meniggal dunia berjumlah 16 orang.

"Pemilih yang berstatus Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan kategori meninggal sebanyak 16 orang di Desa Pabentengan, Kecamatan Marusu, Maros, namun masih terdaftar pada DPB," ujar Gazali, Selasa (20/9/2022).

Gazali juga menyebutkan terdapat 16 data orang pindah keluar kabupaten.

"Namun 16 orang ini masih terdaftar dalam DPB Kabupaten Maros di lindungihakmu.kpu.go.id.," terangnya.

Ia menjelaskan pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) ini bertujuan untuk memperbaharui data pemilih.

Selain itu, menambahkan pemilih baru yang belum terdaftar di daftar pemilih, pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat, dan perubahan element data pemilih kabupaten secara berkelanjutan. 

"Untuk itu tugas kami untuk memastikan dan mengawasi pemutakhiran dan pemeliharaan data pemilih secara berkelanjutan yang dilakukan oleh KPU Kabupaten. Yakni dengan memperhatikan data kependudukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," lanjutnya.

Selain itu, Gazali juga memberikan masukan dalam bentuk penyampaian resmi, tentang hasil uji petik Bawaslu Maros yang menemukan pemilih meninggal sebanyak 87 orang, pindah keluar sebanyak 102 orang, pindah masuk sebanyak 77 orang. 

"Berdasarkan hal ini, maka kami memberikan saran perbaikan dan penyampaian secara resmi kepada KPU Kabupaten Maros, agar memastikan data pemilih tersebut dipastikan dan dikeluarkan sebagaimana dengan peraturan perundang-undangan," tutup Gazali. 

Diketahui, adapun yang hadir pada kegiatan ini yaitu Ketua dan Anggota Bawaslu Maros.

Polres Maros, Dandim 1422 Maros, Camat Se-kabupaten Maros, Perwakilan unsur Forkompinda Maros, KajariMaro.

Kemenag Maros, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Ketua partai politik Maros.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved