Batalyon 120

Remaja Ngaku Anggota Batalyon 120 Ditangkap! Kombes Pol Budhi Haryanto: Kalau Aneh Saya Hajar

Baru-baru ini, viral dua remaja mengaku anggota Batalyon 120 saat ditangkap tim Resmob Polda Sulsel.

Muh Sauki Maulana/Tribun-Timur.com
Press Release Polrestabes Makassar terhadap kasus kriminal sepekan terakhir, Minggu (18/9/2022). Diketahui baru-baru ini viral dua remaja mengaku anggota Batalyon 120 saat ditangkap tim Resmob Polda Sulsel. Dalam video tersebut, dua remaja yang ditangkap itu mengaku sebagai anggota Batalyon 120 Makassar dari sektor Sinassara. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Baru-baru ini, viral dua remaja mengaku anggota Batalyon 120 saat ditangkap tim Resmob Polda Sulsel.

Dalam video tersebut, dua remaja yang ditangkap itu mengaku sebagai anggota Batalyon 120 Makassar dari sektor Sinassara.

"Saya anak batalyon yang ditangkap sama Resmob Polda bawa badik," ucap remaja bersweeter abu-abu.

"Saya W (inisial) anggota Batalyon 120 ditangkap Resmob Polda, sektor Sinassara," ucap remaja berbaju merah yang kedapatan membawa busur.

Sebelumnya diberitakan, lima pemuda bersenjata tajam di Jl Galangan Kapal, Kecamatan, Tallo, Kota Makassar, ditangkap Tim Resmob Polda Sulsel, Jumat (16/9/2022).

Kelimanya, AK alias Akbar (22), AF (16), Supriyadi (22), WD (15) dan seorang pelajar berinisial ID (14).

Kelimanya ditangkap saat Tim Resmob dipimpin Kompol Dharma Negara dan Panit 3 Ipda Abdillah Makmur, melakukan penyelidikan kasus begal atau pencurian dengan kekerasan.

Dalam press release di Mapolrestabes Makassar, Minggu (18/9/2022) malam, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto pun menghadirkan lima pelaku tersebut.

"Ini yang sempat viral kemarin, kan," katanya.

Menurut Kombes Pol Budhi Haryanto dirinya tegas menindak pelaku yang terbukti menguasasi senjata.

Sekalipun itu anggota Batalyon 120, jika kedapatan melakukan tindak pidana, Kombes Pol Budhi Haryanto tidak akan main-main dengan pelaku.

"Jadi tidak ada B120 itu kebal hukum, kan saya sudah jelaskan. Saya kumpul satu-satu supaya saya kenal. Kalau aneh-aneh ya saya hajar," jelasnya.

"Apabila yang bersangkutan di tengah jalan atau dimanapun dia berada kemudian di lengkapi senjata, yang mana senjata tersebut bukan hasil serahan pasti akan kita proses secara hukum," tambahnya.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana mengatakan, ada tiga jenis barang bukti diamankan tim Resmob Polda Sulsel saat memeriksa pelaku.

"Barang bukti yang diamankan 3 buah badik, 2 buah ketapel, dan 4 buah anak panah," ujarnya.

Ia menambahkan, kelima pelaku diancam 15 tahun penjara atas perbuatannya membawa sajam jenis badik dan busur.

"Pasal yang diterapkan pasal 1 ayat 1 UU Darurat no 12 dengan hukuman 15 tahun penjara," tutupnya. (*)

Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved