Bincang Komunitas Tribun Timur

Pengprov Perssoci Bakal Adakan Festival Pelajar Street Soccer, Pemenang Wakili Sulsel ke Kejurnas

Festival Pelajar Street Soccer yang akan digelar Perssoci Sulsel dijadwalkan berlangsung Oktober 2022.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Hasriyani Latif
Tangkapan layar youtube Tribun Timur
Ketua Umum Pengprov Perssoci Sulsel Akmal Asnawi hadir sebagai narasumber dalam Bincang Komunitas Tribun Timur dengan tema Mempopulerkan Street Soccer, Senin (19/9/2022). Perssoci Sulsel akan melaksanakan Festival Pelajar Street Soccer. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Street Soccer Indonesia (Perssoci) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan melaksanakan Festival Pelajar Street Soccer antar SMP dan SMA.

Festival Pelajar Street Soccer dijadwalkan berlangsung di Makassar pada Oktober 2022.

Ketua Umum Pengprov Perssoci Sulsel Akmal Asnawi mengatakan pemenang dari kegiatan ini akan mewakili Sulsel di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Menpora .

“Jadi siapa juara satu SMP dan SMA akan mewakili Sulsel di Kejurnas Piala Menpora. Kejurnas ini akan menarik buat peserta, ada motivasi,” katanya dalam Bincang Komunitas Tribun Timur dengan tema Populerkan Street Soccer, Senin (19/9/2022).

Akmal mengungkapkan, permainan ini cukup menantang, apalagi bagi pemain yang biasa bermain futsal dan sepak bola. Sebab, aturannya sangat berbeda .

Makanya, akan ada workshop pekan ini untuk mengundang pelatih atau guru olahraga yang ada di Makassar untuk mensosialisasikan street soccer, organisasi street soccer, dan peraturan pertandingannya.

Sebab, peraturan pertandingan dan sistem organisasi street soccer ini berbeda dengan futsal dan sepak bola.

Street soccer ini menggunakan papan pantul. Papan pantul ini sebagai teman. Lapangannya kecil berbentuk segi empat  dengan ukuran 22x16 meter persegi.

Jumlah pemain empat orang, jadi empat lawan empat. Satu penjaga gawang. Durasi bermain 2x7 menit.

Dalam street soccer dibutuhkan kecerdasan, keterampilan bermain bola dan fisik.

Sebab, tidak boleh melakukan tackling, karena akan langsung memperoleh kartu dan penalti. Penalti ada dua jenis, penalti enam meter dan sebelas meter.

Bermain dengan waktu yang terbatas, lima detik bola paling lama di kaki, di pertahanan sendiri, dan kita tidak boleh menginjak lapangan gawang di depan gawang.

Makanya Akmar menyebut, dasar sepak bola itu ada di street soccer. Alasannya, di street soccer mengajarkan bermain cepat, bermain tepat dan emosional  akan ditekan. Sebab, body contact atau sleding tidak boleh.

Tidak boleh memegang lawan, jadi bermain cepat dan passing tidak boleh melambung. Jika familiar dengan street soccer, ketika bermain sepak bola, permainannya akan cepat.

“Kami akan memberikan waktu sebulan kepada pelatih atau guru olahraga ini mengajarkan kepada murid-muridnya, sehingga pada Oktober di Festival Pelajar itu mereka sudah paham aturan,” ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved