Opini

Azyumardi Azra Menjemput Syahidnya ke Negeri Jiran

kisah sebelum guru bangsa Azyumardi Azra menjemput syahidnya di Negeri Jiran.Di sana ia diundang jadi pembicara kebangkitan dan kosmopolitas Muslim.

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Sukmawati Ibrahim
DOK PRIBADI
Ketua Dewan Pers Nasional Azyumardi Azra semasa hidupnya. 

Nur Thamzil Thahir

Pemimpin Redaksi Tribun Timur

INI kisah sebelum guru bangsa Azyumardi Azra menjemput syahidnya di Negeri Jiran.

Di sana ia diundang jadi pembicara kebangkitan dan kosmopolitas Muslim Asia Tenggara.

Dia seperti mempersiapkan kepergiannya.

Sebelum ke Malaysia, Azyumardi Azra menyempatkan balik ke kampung halaman, di Padang Pariaman, barat Sumatara.

Dia ingin mengenang masa-masa indah belajar mengaji di surau bersama kawan kecilnya.

Ia beli oleh-oleh di Jakarta, untuk sanak famili dan teman kecilnya di Minang.

Empat hari dia membagi-bagi buah tangan itu.

"Itu tak biasa. Sangat bukan kebiasaan Bapak," kata putri almarhum, di Cirendeu, kawasan Ciputat, Jakarta.

Saat pamitan kepada keluarga di Jakarta, awal pekan lalu, juga tak biasa.

Dia salaman dan mencium tangan istrinya.
Ini juga tak biasa.

Almarhum dalam rihlah ilmiah memperjuangkan kebangkitan Islam.

Sejatinya hari Jumat (17/9) lalu, dia jadi pembicara kunci di seminar Kosmopolitan Islam di Kajang, Malaysia.

"Pak Azyumardi mati Syahid, di Jalan Allah." kata Haidar Nasir, Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Selamat jalan perintis pers mahasiswa.

Selamat jalan ketua dewan pers Indonesia.

Kami menangis namun engkau pergi dengan bahagia.

Panjang umur perjuangan kebaikan!

Makassar, 19 September 2022. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved